” KASIH..”

Kasih itu saling memaafkan…

Suatu hari di-bulan Desember 2007 dikediaman Bang Ali mantan Gubernur DKI, sejak pagi buta beliau sudah menyisir rambutnya. Rapih banget. Ganteng banget.

Oh ternyata…rupanya pagi hari itu beliau kedatangan tamu istimewa, yaitu mantan Presiden RI ke-2 , Pak Harto.

Ketika sang tamu datang, kedua mantan PERWIRA TINGGI yang pernah berseteru ini tampak tidak merasa canggung, tanpa ewuh pekewuh, ego mereka pasti sudah pergi jauh entah kemana.

Dengan tertatih-tatih Pak Harto mendekati Bang Ali lalu menyalami-nya dengan hangat dan tulus tanpa dibuat-buat. Kemudian Pak Harto menyodorkan sekantung jeruk.

“ Ini saya petik sendiri dari kebun buah Mekarsari…”

Disertai senyum khas kedua-nya. The smiling handsome general🙂

Tidak satupun yang hadir disana pada saat itu tahu apa yang dibicarakan oleh kedua lelaki sepuh yang masih tampak kelihatan ganteng ini.

Putri dan ajudan setia beliau memilih untuk menjauh begitu pula dengan kerabat dan sekretaris Bang Ali. Mereka terlihat duduk mengobrol berdua saja.

Ini bukanlah pertemuan mereka yang pertama, sejak PETISI 50 ditandatangani 28 tahun yang lalu. Sebelumnya Bang Ali beberapa kali secara diam-diam menjenguk Pak Harto ketika beliau jatuh sakit di-Cendana.

Pada pertemuan inilah untuk pertama kali Pak Harto menginjak-kan kaki-nya di-rumah Bang Ali. Tak dinyana dan tak diduga, siapa yang tahu… sebulan kemudian Pak Harto meninggal dunia dan empat bulan kemudian disusul oleh kepergian Bang Ali, diusia 82 tahun.

Apa yang dibicarakan ?.

Nobody knows…Hanya mereka berdua saja yang tahu dan tentu saja Gusti Allah Tersayang.

Mereka berdua , barangkali, mungkin atau malahan sudah pasti, saling berpelukan, berkaca-kaca dan tak ada kata-kata yang mampu diucapkan untuk melukiskan kebahagiaan dan kemurahan TUHAN dalam suasana bathin yang mereka alami saat itu.

Bersatu dalam kasih. Bersatu dalam pelukan-NYA. Cahaya diatas cahaya menerangi dan mendamaikan hati mereka.

Mereka saling doa mendoakan saling maaf memaafkan dan saling hormat menghormati. Semoga eh bukan semoga loh… saya kok yakin banget dan percaya bahwa Gusti Allah Tersayang sudah mengampuni dosa dan kesalahan mereka berdua. Terima kasih TUHAN, Gusti Allah Tersayang. TUHAN-ku adalah TUHAN-mu sembahlah DIA itulah jalan yang lurus.

Selamat jalan pemimpin bangsa. Majulah bangsa-ku, damai dan tenteram rakyat-nya bersatu, adil makmur, gemah ripah loh jinawi. Jayalah Indonesia-ku. Merdeka !.

Majalah tempo edisi 26 Mei – 1 juni 2008 halaman 133 kulipat perlahan-lahan, kuhisap rokok-ku yang tinggal sebatang sambil minum kopi. Tenggorokan-ku tiba-tiba terasa seret dan mampet. Ternyata rokok yang kuhisap terbalik dan kopi yang kusruput kelewat panas.

Gak apa-apa kok itu kan cuma the little things…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s