” Nasi Kuning, Nasi Tumpeng “

Nasi kuning ?…loh apa hubungan-nya dengan Bon Jovi ?.🙂

Menurut Showbiz News Mon, 28 Apr 2008 09:22:00 WIB Akhir pekan kemarin Bon Jovi menggelar konser di-Miami, Florida. Para penonton dan fans sempat panik gara-gara ada ancaman bom melalui penelepon yang menghubungi tempat konser digelar. Ia mengaku telah memasang dua bom didalam bangunan tersebut.

Ratusan penonton dievakuasi. Anjing pelacak dikerahkan. Ternyata ancaman itu hanya ulah orang iseng. Polisi dan pasukan penjinak bom yang menyisir lokasi tidak menemukan bom maupun peledak lain.

Akhirnya penonton diperbolehkan masuk lagi sekitar pukul 21.30 waktu setempat. Bon Jovi pun kembali beraksi di atas panggung.

Grup lawas itu sedang sibuk dengan tur ‘Lost Highway’ dalam rangka promo album ke-10 mereka. Setelah AS, Bon Jovi akan melanjutkan tur ke kawasan Timur Tengah, Eropa dan aneh bin ajaib dia pingin mampir sejenak ke-Jawa Tengah, Jogyakarta untuk makan nasi kuning dan sekaligus mengganti namanya menjadi BOM JOVI.

Enggak percaya kan elo ?. Bilivit or not.

Nasi kuning adalah makanan khas Indonesia. Makanan ini terbuat dari beras yang dimasak bersama dengan kunyit serta santan dan rempah-rempah. Dengan ditambahkannya bumbu-bumbu dan santan, nasi kuning memiliki rasa yang lebih gurih daripada nasi putih. Nasi kuning adalah salah satu variasi dari nasi putih yang sering digunakan sebagai tumpeng. Nasi kuning biasa disajikan dengan bermacam lauk-pauk khas Indonesia.

Dalam tradisi Indonesia warna nasi kuning menggambarkan kekayaan, kemakmuran serta moral yang luhur. Oleh sebab itu nasi kuning sering disajikan pada peristiwa syukuran dan peristiwa-peristiwa gembira seperti kelahiran, pernikahan, selamatan dan tunangan dll.

Dalam tradisi Bali, warna kuning adalah salah satu dari empat warna keramat yang ada, disamping putih, merah dan hitam. Nasi kuning oleh karena itu sering dijadikan sajian pada upacara kuningan.

Tradisi tumpengan sekarang ini sudah mendunia, dimana warga kelas atas di-Amerika, seperti didalam film2 Holywood terlihat beberapa artis top menikmati nasi kuning, nasi tumpeng ala Indonesia didalam pesta2 mewah mereka disana.

Tumpeng adalah cara penyajian nasi beserta lauk-pauknya dalam bentuk kerucut; karena itu disebut pula ‘nasi tumpeng’. Olahan nasi yang dipakai umumnya berupa nasi kuning, meskipun kerap juga digunakan nasi putih biasa atau nasi uduk.

Cara penyajian nasi ini khas Jawa atau masyarakat Betawi keturunan Jawa dan biasanya dibuat pada saat kenduri atau perayaan suatu kejadian penting. Meskipun demikian, masyarakat Indonesia mengenal kegiatan ini secara umum.

Tumpeng biasa disajikan diatas tampah (wadah tradisional) dan dialasi daun pisang.

Tradisi

Acara yang melibatkan nasi tumpeng disebut secara awam sebagai ‘tumpengan’. Di Yogyakarta misalnya, berkembang tradisi ‘tumpengan’ pada malam untuk mendoakan keselamatan Negara dan sekaligus keselamatan BON JOVI yang sekarang namanya dia rubah sendiri tanpa paksaan dari pihak manapun menjadi BOM JOVI🙂

Ada tradisi tidak tertulis yang menganjurkan bahwa pucuk dari kerucut tumpeng dihidangkan bagi orang yang profesinya tertinggi dari orang-orang yang hadir. Ini dimaksudkan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang tersebut yaitu BON JOVI dan kawan-kawan beserta seluruh crew grup musiknya itu.

Lauk-pauk

Tidak ada lauk-pauk baku untuk menyertai nasi tumpeng. Namun demikian, beberapa lauk yang biasa menyertai adalah perkedel, abon, kedelai goreng, telur dadar/telur goreng, timun yang dipotong melintang, dan daun seledri. Variasinya melibatkan tempe kering, serundeng, urap kacang panjang, ikan asin atau lele goreng, dan sebagainya. Dalam pengartian makna tradisional tumpeng, dianjurkan bahwa lauk-pauk yang digunakan terdiri dari hewan darat (ayam atau sapi), hewan laut (ikan lele, ikan bandeng atau rempeyek teri) dan sayur-mayur (kangkung, bayam atau kacang panjang).

Setelah menyantap nasi kuning dan tumpengan itu BOM JOVI dan kawan-kawan beserta seluruh crewnya kekenyangan dan segera meninggalkan Jogyakarta sembari senyum-senyum

“ wuah-wuah-wuah…ternyata enak sekali nasi kuning , nasi tumpeng ala Jogya ini loh…. Try it and you like it… bro “

katanya pada beberapa wartawan asing yang meliput kegiatan mereka disana.

Gak percaya kan ?.
Bilivit or not.
Emang Gue Pikirin ?.

Nasi kuning emang kuning, nasi kuning emang enak.
Gak percaya ? Cobain aja sendiri🙂

Have a nice weekend bro.

2 responses to “” Nasi Kuning, Nasi Tumpeng “

  1. Apa bisa saya dapat informasi arti simbolis dari bagian2 dan komponen nasi tumpeng?

  2. Nasi tumpeng, nasi kuning, adalah merupakan karya kreatif peninggalan dari nenek moyang kita yang harus dilestarikan. Kehadiran-nya mengandung makna simbolik tentang perjalanan spiritual manusia yang percaya.

    Banyak variasi menarik dari nasi tumpeng yang dibuat untuk mencegah kebosanan.

    Namun nasi tumpeng klasik yang mengacu pada pakem yang berbentuk segi tiga kerucut dengan lauk-pauk mewakili masing-masing wilayah bumi seperti misalnya :

    1. darat,
    2. laut (air)
    3. udara dan
    4. kepolisian…eh maaf salah ya🙂

    harus tetap dilestarikan.

    Tradisi tidak tertulis menganjurkan bahwa ujung atau pucuk dari kerucut nasi tumpeng dipotong lalu diberikan kepada orang yang profesinya paling tinggi, dihormati ataupun yang dituakan dari orang-orang yang hadir. Ini dimaksudkan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang tersebut.

    Ya ..memang biasanya sih begitu. Kalao di-Jawa, pas ada acara-acara seperti tasyakuran, naek kelas, ulang tahun, dapat rejeki, kantor baru, rumah baru, acara 17 agustusan atau hal lain-lain yang menyenangkan, untuk sekedar mengungkapan rasa syukur atas kenikmatan yang diberikan oleh-NYA, maka biasanya memakai nasi kuning atau tumpengan untuk dimakan beramai-ramai.

    Nasi tumpeng dibuat membentuk kerucut, diletakkan diatas tampah atau baki yang dialasi daun pisang, dan dikelilingi dengan berbagai jenis lauk-pauk. Lauk-pauk standar yang biasanya dipake buat nasi tumpeng bisa berbentuk sayur urap, ayam panggang, dendeng sragi, bergedel, kering tempe, telur dadar yang dirajang, sambal goreng kentang hati, dan ikan asin.

    Lauk-pauk itu melambangkan semua hewan dan semua tumbuhan yang hidup dialam semesta.

    Ada juga jenis tumpeng yang dilengkapi dengan jajanan pasar.

    Kalau dulu awalnya nasi tumpeng itu hanya dipakai untuk sesajen acara ritual upacara tradisional yang mempunyai nilai “magis”, sekarang nasi tumpeng bisa dibilang sudah “turun derajat”. Tetapi walaupun demikian, nasi kuning malahan sudah menglobal alias sudah mendunia.

    Nasi tumpeng, nasi kuning tidak hanya dipakai sebagai sesajen untuk upacara tradisonal seperti yang dilakukan orang Jawa jaman dulu, tapi juga dibuat untuk acara pesta-pesta besar bergengsi bagi para selebritis dimanca negara, seperti di-Holywood misalnya.

    Pada jaman dulu nasi tumpeng disiapkan secara khusus dengan elemen2 tertentu yang khusus pula. Seperti misalnya nasi tumpeng yang dipakai untuk acara tasyakuran akan berbeda apabila dipakai untuk acara Mitoni (tujuh bulanan bayi dikandungan), berbeda juga kalau dibuat untuk orang meninggal yang disebut tumpeng pungkur, berbeda lagi bila dipakai untuk ultah ke-64 atau ke-80 tahun.

    Tetapi kalau kita amati sekarang kesekuleran nasi tumpeng ini sudah banyak berubah, tidak lagi sebagai sesajen.

    Banyak juga sekarang yang menggunakan acara potong tumpeng sebagai salah satu acara yang hampir menyerupai pemotongan kue tart dan tiup lilin di-waktu acara ulang tahun yang biasanya didahului dengan menyanyikan lagu panjang umurnya atau happy birthday 2 U. Bisa juga digunakan untuk acara peresmian kantor baru, rumah baru dsb. Semuanya hanyalah untuk sebuah perayaan saja, tidak ada nilai magisnya sama sekali.

    Jenis-jenis nasi tumpeng-nasi kuning yang dikenal:

    1.Tumpeng Robyong – Tumpeng ini biasanya disajikan untuk upacara siraman dalam pernikahan adat Jawa. Tumpeng ini diletakkan didalam bakul dengan berbagai macam sayuran. Dibagian puncak tumpeng ini diletakkan telur ayam, terasi, bawang merah dan cabai.

    2.Tumpeng Nujuh Bulan – Tumpeng ini digunakan untuk syukuran kehamilan tujuh bulan. Tumpeng ini terbuat dari nasi putih. Selain satu kerucut besar ditengah, tumpeng ini dikelilingi enam buah tumpeng kecil lainnya. Biasa disajikan diatas tampah yang dialasi daun pisang.

    3.Tumpeng Pungkur – digunakan pada saat kematian seorang wanita atau pria yang masih lajang. Dibuat dari nasi putih yang disajikan dengan lauk-pauk sayuran. Tumpeng ini kemudian dipotong vertikal dan diletak-kan saling membelakangi.

    4.Tumpeng Putih – warna putih pada nasi putih menggambarkan kesucian dalam adat Jawa. Digunakkan untuk acara sakral.

    5.Tumpeng Nasi Kuning – warna kuning menggambarkan kekayaan dan moral yang luhur. Digunakan untuk syukuran acara-acara gembira, seperti kelahiran, pernikahan, tunangan, dan sebagainya.

    6.Tumpeng Nasi Uduk – Disebut juga tumpeng tasyakuran. Digunakan untuk peringatan Maulud Nabi.

    7.Tumpeng Seremonial/Modifikasi

    Diperoleh dari “http://id.wikipedia.org/wiki/Tumpeng”

    Filosofi tentang nasi tumpeng.

    Bentuk yang mengerucut.
    Yang namanya tumpeng bentuknya selalu kerucut, meskipun dasaran/nya dapat diberikan berbagai macam bentuk. Bentuk ini menggambarkan sifat ke-gotongroyong-an untuk mencapai visi dan misi yang disimbolkan dengan pucuk tumpeng (biasanya ditaruh cabe diatasnya) dengan asas kebersamaan.

    Jadi sudah jelas bahwa organisasi apapun, dimanapun harus selalu mengedepankan rasa kebersamaan, kegotongroyongan untuk mencapai tujuan.

    Paduan berbagai macam sayuran / lauk pauk disekelilingnya seperti yang sudah dijelaskan sangat berperan dalam tercapainya tujuan sebuah organisasi.

    Berbagai macam sayuran yang ada disekeliling tumpeng menggambarkan keanekaragaman masing-masing individu dengan latar belakang dan karakter yang majemuk. Bhineka Tunggal Ika.

    Meskipun kadang merasa ada orang lain dengan kelakuan yang aneh dan beda dengan manusia yang lainnya, tapi tanpa kehadirannya rasanya jadi beda.

    Nah disinilah pemaknaan dari sayuran dan lauk yang ada. Semua saling membutuhkan dan saling melengkapi.

    Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh eh…bercerai kita kawin lagi sambil makan nasi kuning, nasi tumpeng. sambil kita saling tumpeng tindih. Mau-kah ?

    Apa maksudnya ?

    Kawin aja lagi. Nanti sampeyan juga akan tau sendiri…🙂

    Diambil dari berbagai sumber di-internet melalui google.com terus ditambahi bumbu disana-sini supaya nasi tumpengnya enak dimakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s