Makan pake tangan aja…

Saya hanya tersenyum kecil๐Ÿ™‚

” Apa anehnya orang yg suka memperhatikan detail ?…”

” Emang Gue Pikirin ? ” Tapi sekarang saya jadi tau bahwa kalau kita makan dirumah makan Padang sebaiknya kita harus berdoa dulu seblm makan dan harus pakai tangan kosong. Jangan sekali2 pernah makan pakai sendok segala. Apalagi sendok garpu.

Kenapa sih emangnya ?.

Baca deh…Ngawur tapi beginilah critanya. Sumber dari email tmn di-Bukit Tinggi. Semoga elo2 orang blom baca yah. Salam๐Ÿ™‚

Saya pergi makan malam bersama beberapa teman kantor disebuah restoran PADANG yang kabarnya konon cukup laris di daerah Ciledug, kebetulan lokasinya enggak jauh dari kantor.

Saat memesan makanan, saya perhatikan pelayan yang melayani kami membawa sepasang sendok garpu disaku bajunya. Sedikit aneh, tapi saya tidak begitu peduli. EGP ?

Namun, saat pesanan kami mulai diantar, saya melihat pelayan lain membawa pula sepasang sendok garpu disaku bajunya. Saya jadi penasaran dan tertarik untuk melihat sekeliling dan ternyata memang benar dugaan saya, semua pelayan restoran tersebut membawa sepasang sendok garpu di saku baju masing-masing.

Saya jadi ingin bertanya. Dan akhirnya saya-pun bertanya betulan.

‘Mas kenapa semua pelayan disini membawa sepasang sendok garpu disakunya?’

tanya saya kepada pelayan yg datang membawa sepiring sate. Sate Padang tentunya.

‘Oh begini,Pak,’

jawab si-pelayan, ‘pemilik restoran ini sebelum GO PUBLIC thn depan, memutuskan untuk menyewa Andersen Consulting, ahli dalam hal analisa efisiensi kerja, untuk memperbaiki kinerja direstoran ini. Silver Spoon Theory namanya.

Setelah mereka analisa selama beberapa bulan, mereka menyimpulkan bahwa pelanggan restoran ini menjatuhkan sendok, kadang2 juga garpu makan mereka sebanyak 73,84 % lebih sering dibandingkan peralatan makan lain yang ada dimeja.

Masih menurut Andersen Consulting, itu berarti rata rata 3 pelanggan menjatuhkan sendok, garpu per-meja setiap jamnya. Jika saja semua karyawan restoran mengantisipasi hal itu, berarti kita bisa mengurangi waktu yang terbuang untuk pulang pergi kedapur mengambil sendok, garpu pengganti dan menghemat waktu 1,5 jam waktu kerja per-shift.’

Saking kagumnya dengan penjelasan si-pelayan, tanpa sengaja saya menyenggol salah satu sendok yang ada dimeja. Segera saja si-pelayan mengambil gantinya dari saku baju sambil berujar,

” Nah…betul kan Pak, saya tidak harus pergi kedapur sekarang untuk mengambil sendok pengganti untuk Bapak! ”

Saya hanya bisa melongo dengan kejadian itu. Tapi, kisah belum berakhir disitu. Ketika pelayan lain menghidangkan pesanan tambahan, saya tetap memperhatikan sekeliling dan satu lagi hal tampak aneh.

Saya perhatikan hampir semua pelayan pria memasang benang yang menyembul diujung ritsluiting celana mereka. Piktor ! deh๐Ÿ™‚

Benang itu diikaitkan ke-ujung kancing terbawah dari baju. Lagi lagi rasa ingin tahu mengusik saya. Sebab, ternyata pelayan perempuan tak memakai aksesoris benang tersebut.

Kenapa ?

Begini loh…Ketika si-pelayan tadi datang, saya menanyakan soal benang itu.

‘Wah Bapak ini orangnya perhatian sekali ya. Tidak semua pelanggan disini memperhatikan hal-hal sedetail Bapak,’

puji si-pelayan sedikit menggombal. Pelayan itupun ngomong sendiri dlm hati barangkali.Bapak ini kapan makan-nya ya ? dari tadi tanya ini tanya itu๐Ÿ™‚

Saya hanya tersenyum kecil. Apa anehnya orang suka memperhatikan detail?

‘Ini juga masih hasil analisa Andersen Consulting loh Pak,’

katanya melanjutkan,

‘Mereka menyimpulkan bahwa kami-pun harus menghemat waktu yang kami habiskan di-kamar kecil-WC,Toilet..ketika buang air kecil (BAK) atau Kencing..

Dengan tali yang dikaitkan ke si-‘adik’ ini (katanya sambil menunjuk benang, tali itu), kami tidak harus menggunakan tangan ketika mengeluarkannya. Maksudnya mengeluarkan si-Adik. Apa perlu detail…perlu disclosure kah ?๐Ÿ™‚

Berarti kami akan terbebaskan dari keharusan membasuh tangan setelah buang air kecil. Dan itu menghemat waktu yang terbuang dikmr kecil sebesar 25,92 % loh.

Hampir tersedak saya mendengarkan penjelasan itu. Tapi gak jadi. Alhamdullilah

‘Memang, dengan benang,tali itu tangan jadi terbebas untuk memegang si-‘adik’.

” Tapi, ngomong2 bagaimana caranya untuk memasukkannya kembali ke-posisi semula? ” tanya saya menyelidik.

Dengan setengah berbisik si-pelayan berucap,

” Andersen Consulting tidak menjelaskan secara detail, secara spesifik tentang hal itu. Nggak tahu dengan yang lain, Pak. Tapi, kalau saya sih pakai sendok…Coba kalo pake garpu kan bisa lecet…adik saya…”

Haiiiiyaaaa ??? Tambo ciek…pake cabo mudo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s