” DOA – ku “

” Tuhan, terjadilah kehendak-Mu ”

From : “nungki_ml”

Dalam salah satu episode sandiwara kehidupan ini, tiba tiba jiwa tersadar akan doa-doa selama ini.

Doa-doa yang terus meminta. Meminta dengan sangat detail tentang kebutuhan-kebutuahan (keinginan?) Ketika belum di kabulkan maka meminta lagi tanpa putus asa , dan setelah di kabulkan maka meminta pemenuhan kebutuhan yang lain lagi.

Ah, kok sepertinya Tuhan hanya tempat meminta dan meminta lagi. Dan seakan Tuhan tidak tahu kebutuhan saya, sehingga saya merasa perlu mendiktekan secara terperinci segala kebutuhan-kebutuhan (keinginan?).

Yang kemudian saya sampaikan dalam doa yang telah saya niatkan, dan jika merasa perlu akan saya awali dengan puasa dulu. Agar semua permintaan-permintaan saya itu dapat di kabulkan.

Tampaknya sih mulia, karena hanya meminta kepada Tuhan langsung. Tapi apakah memang benar begitu mulia?

Apa mulia jika saya meremehkan ke maha tahu an NYa dengan memberikan detail – detail kebutuhan saya?

Apa tidak sebaiknya saya memasrahkan segalanya kepada kehendakNya saja?

Dan saya tinggal melakukan doa dengan tindakan kerja dalam dunia nyata. Tidak perlu tiap malam sengaja berdoa setelah puasa seharian , dan mendiktekan segala kebutuhan (keinginan?).

Dan agar kesannya tulus, maka di selingin dengan air mata sambil meratapi nasib diri yang serasa sangat malang.

Sehatkan Doa semacam itu?

Entah mengapa saat ini jiwa merasa itu memperlihatkan
ketidak pasrahan diri terhadap segala kehendakNya.
Dan terlebih lagi menafikan
kemaha-tahuan Nya.

Sepertinya memang ada yang salah dalam pola pikir yang telah terbentuk selama ini.

Bahwa berdoa itu adalah meminta, dan harus menyatakan detail kebutuhan kepadaNya. Yah seperti meminta pada orang tua atau santa Claus mungkin?

Tapi kini kusadari bahwa Tuhan itu bukan manusia atau santa Claus. Tuhan itu adalah yang Maha. Jadi tidak pada tempatnya doaku selama ini.

Maka saat ini doaku hanya bisa kulakukan dengan bekerja dalam usaha, dan terselip ucapan di suatu malam :

” Tuhan, terjadilah kehendakMu”.

(Walau sebenarnya kata-kata tersebut juga tidak penting, wong kehendakNya pasti terjadi kok ).

Hanya itulah yang mungkin kurasa saat ini paling tepat dalam berdoa. Entah kalo suatu saat nanti ada pencerahan bahwa ternyata harus mendiktekan detil kebutuhan kepadaNya.

Maka mungkin akan kucatat semua kebutuhan. Dan setelah berpuasa, maka di malam hari akan kudiktekan kepadaNya dalam doa ku dengan membaca catatan tadi.

Atau mungkin lebih baik kalo kukirim lewat email saja semua catatan itu ya?

Lebih efisien sepertinya.

***

Thanks Mas Nungky, nice….

Doa…apa sih artinya? meminta? berdialog dengan Tuhan? komunikasi satu arah? yg terpisah ?? artinya kita menganggap Tuhan yg Maha Besar ada diatas sana..jauh tak tergapai dan solusi bagi semua permasalahan kita.

Harus diakui bahwa manusia sudah terkondisikan (kebanyakan sih) selalu merasa insecure, cemas, kekurangan dan menganggap dirinya perlu tempat bersandar, meminta, dan siapa lagi kalau bukan kepada Tuhan.

But, after all, dengan semua perjalanan spiritual manusia…bukankah sudah dikatakan bahwa Tuhan lebih dekat dari urat leher kita, so Tuhan bukan jauhhh disana tetapi senantiasa bersama manusia.

Manusia memiliki esensi Tuhan, sebagai bagian dari diriNya. Berarti manusia telah memiliki segalanya, telah berkelimpahan. Cuman sayangnya manusia suka amnesia sih hehehe

Doa bagi saya adalah afirmasi. Afirmasi atas semua yg telah kita miliki, keyakinan bahwa Tuhan telah memberikan yg terbaik bagi manusia, dan manusia dalam doanya hanyalah perlu meyakini afirmasi tersebut dan bersyukur. Inti doa adalah bersyukur atas semuanya. Dengan syukur dan keyakinan itu maka manusia sebagai khalifah di muka bumi ini berpikir, bersikap dan bertindak sesuai dengan kelimpahan itu. So….manusia akan memberikan kontribusi terbaik dari hidupnya kepada sesama.

Ada kutipan dari Neale Donald Walsh dalam bukunya

“Friendship with GOD”.

That we are not “seeker” anymore but we are the “bringer” of the LIGHT. For what you BRING what you will find.

Ide bahwa manusia terpisah dari Tuhan sangat menyakitkan dan membuat manusia senantiasa hidup dalam penderitaan dan kekurangan. Ketika pemahaman itu berubah menjadi bahwa manusia senantiasa bersama Tuhan, maka keyakinan bahwa kita senantiasa berkelimpahan dan tercukupi akan membuat manusia bertindak sebagaimana Tuhan bertindak.

Doa yg selama ini hanya meminta dan kebanyakan berakhir menjadi suffering karena tidak terkabulkan ……berubah menjadi doa penuh rasa syukur dan kebahagiaan atas semua yg dimiliki dan bertindaklah manusia seperti itu and we will find what we bring

Ketika kita menempatkan Tuhan sebagai bayangan kita dibelakang, maka bayang bayang itu tetaplah sebagai bayang banyang yg tidak akan menjadi realitas. Ketika kita menempatkan Tuhan didepan kita maka kitalah bayang bayang Tuhan – the follower- yg memang it will change our life but we never been become God’s reality. Tetapi ketika kita berjalan bersama Tuhan maka semuanya adalah realitas ; kita adalah manifestasi dari Tuhan dan Dia adalah realitas kita.

Gitu deh sharing saya……

***

Mbak Arum…
indah sekali kata-katamu…
Pagi-pagi gini udah membuatku terharu…(ihiks..ihiks…)

Seperti wejangan Bapak, Allah tidak akan merubah nasib suatu bangsa kecuali mereka sendirilah yang merubahnya.(Qur’an surat apa ya…kalo ngga salah Surat Thoha)

Kita tidak akan mengalami sesuatu, jika kita tidak begerak untuk melakukan sesuatu.

Do’a harus diiringi dengan langkah, step. Mau kecil atau pun besar. Dan sebaliknya, langkah harus diiringi dengan do’a. Semuanya bareng.

Ada sedikit pengalaman, waktu aku dapat do’a pamungkas yang katanya ampuh untuk segala urusan…maka aku gunakan untuk mendo’akan kakiku. Lama-lama (alhamdulillah), aku sadar…ini ga bener. Semua yang dikasih Allah harus aku terima dengan hati lapang.

Kalo aku berdo’a terus, tapi ngga sembuh-sembuh, bisa-bisa aku menyalahkan ‘keampuhan’ do’a ini.

So, akhirnya aku berhenti ‘memanfaatkan’ do’a itu. Allah pasti kasih yang terbaik untukku.

***

Farry Aprianto – Tag Design Studio wrote:

Tuhan, terjadilah kehendak-Ku

***

TUHAN….mosok kata mas Nungki kalo doa gak usah & gak perlu detail2 amat. TUHAN kan tau apa2 yg ada dihati-ku, iya kan ?.

Elo kira TUHAN gak punya Lap Top yg bisa nyatet macem2 tanpa salah barang setitikpun ?. Never underestimate anybody dong ya..
Jadi mulain hari ini aku, kalo berdoa gak usah detail, gak usah minta2 yg macem2 dan supaya efisien dan terjadi menurut kehendak-KU kata mas Farry loh. Inget Aku adalah Kamu dan sebaliknya🙂

Jadi aku berdoa sekali aja dan komplit, detailnya TUHAN yg tau-lah. Dan asal TUHAN tau aja ya (pasti DIA tau)….doa ini berlaku sampe thn 3000 ato sampe aku mati, mana yg lebih cepet aja.

Jadi aku berdoa cukup sekali aja ya, tapi tulus loh. TUHAN kan tau aku boong apa gak, iya kan ?.

Udah ya TUHAN. Kabulin ya doa-Ku ini. Salam🙂

TUHAN pun tersenyum dan mengabulkan doa-ku sambil berkata pelan :

” EGP ? ”

dasar dodol hamba-ku yg satu ini!

I Love YOU – TUHAN. Wo aini ni pu yau wo paksa.

Salam – GBU

***

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a, apabila ia berdo’a kepada-Ku”.
[ QS. Al-Baqarah: 186 ]

“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut”.
[ QS. Al A’Raaf: 55 ]

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”.
[ QS. Al Mu’minun: 60 ]

2 responses to “” DOA – ku “

  1. parulian sihombing

    aku pernah jalan jalan ke ngawi ditengah sawah dan akhirnya hutan jati saya istirahat tak lama ada seorang tua lewat dan saya haturkan salam saya ajak ngobrol sambil merokok didalam pembicaraan kami yang serius dia sempat mengatakan “Nabi Isa Putraning Gusti Allah” saya diam dan tulis tapi sekarang terngiang lagi apa maksud dari pernyataan orang tua tersebut sampai sekarang belum bisa saya pecahkan dan terkesan dalam pembicaraan kami itu dia penganut kejawen. wejangannya mendalam termasuk katanya Tidak usah cari Tuhan kemana mana “Tuhan itu ada di dalam Hatimu” katanya. Hatimulah yang membikin kamu benar dan tidak. kalau hatimu jahat maka pikiranmu jahat dan celakalah kau, tapi jika hatimu bersih pikiranmu pasti bersih selamatlah engkau karena Gusti Allah memberkatimu terakhir dia berucap kepadaku karena saya sangui sebatang rokok dia berucap Bumi teles Gusti Allah sing Bales dan dia pergi ke arah gunung lawu. sampai sekarang saya terus mencari apa arti kedua statement bapak tua itu.
    ada yang bisa membantu saya yang orang batak dan kristen ini untuk mengartikan semua wejangan pak de tua. salam hormat saya kepada semua pembaca.

  2. Tuhan-ku adalah Tuhan-mu. Sembahlah DIA. Itulah jalan yg lurus.

    Salam 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s