” Kenapa sih kita mesti membaca Al-Quran…”

Kenapa sih… kita mesti repot-repot membaca Al-Quran padahal kita enggak ngerti bahasa Arab barang sedikitpun ?.

Why do we read Quran, even if we can’t understand a Single Arabic word ?.

Warum lesen wir den Qur’an, selbst when wir die arabische Sprache nicht verstehen können ?.

Pertanyaan seperti ini sering banget saya dengar dari kawan-kawan saya. Malahan ada temen yang bilang bahwa :

” Saya akan belajar membaca Al Quran nanti….mbesok-mbesok…kalau saya sudah bisa mbaca dan fasih bahasa Arab …. ”🙂

Weleh weleh jadi kapan mulainya ya ? ….

Ya itu sih pemikiran dari masing-masing individu aja karena setau saya meskipun kita setiap hari mbaca dan memahami arti Al Quran …. hal yang kita fahami sampai kita menutup mata alias masuk liang lahat diumpamakan hanyalah setitik air dari luasnya lautan.

Sebagai orang awam yang pengetahuan Islam-nya masih sangat minim banget seperti saya ini, saya sih terus berusaha membaca Al Quran di sela-sela kesibukan.

Kalau tidak mengerti artinya, tinggal membuka tafsir. Kalau kurang mengerti tafsir, tanya ke-guru ngaji, ato ustadz dan orang yang lebih kompeten.

Namanya juga tafsir …. bisa jadi masing-masing orang memiliki persepsi berbeda, berbeda kalau terjemahan ….

Jadi …. paling tidak ini merupakan salah satu bekal kita untuk pulang kampung, mudik, dalam artian yang sebenarnya.

Ibaratnya kita mau pergi ujian, ya sebaiknya kita bekali diri kita dengan materi yang kira-kira akan diuji. 🙂

Nah inilah cerita bagus yang menjelaskan alasan-nya mengapa.

Mengapa kita mesti repot-repot membaca Al-Quran kalau Kita enggak ngerti bahasa Arab barang sedikitpun ?

Disuatu daerah pertanian dipegunungan terpencil dinegara antah berantah, Aiy-Donker, seorang kakek hidup bersama dengan seorang cucu laki-lakinya.

Setiap hari sang kakek selalu bangun pagi-pagi sekali dan duduk seorang diri dimeja makan didapur, didekat perapian rumahnya, sambil melantunkan bacaan Al-Quran dengan suara yang sangat merdu.

Sang cucu ingin sekali menjadi seperti kakeknya. Dia mencoba meniru seperti apa yang disaksikannya setiap hari. Suatu hari sang cucu bertanya :

” Kakek, aku mencoba membaca Al-Quran seperti apa yang kakek lakukan, tetapi sayangnya …aku tidak bisa memahaminya, tetapi, tetapi…..walaupun cuma sedikit yang bisa aku pahami namun segera saja aku lupa begitu selesai membacanya ”

“Jadi apa gunanya membaca Al-Quran…ya kek ? “.

Sang kakek dengan tenang dan tersenyum ramah meletakkan batu-batu diperapian, menjawab pertanyaan sang cucu :

” Cobalah ambil keranjang batu ini dan bawalah kesungai, lalu bawakan aku kembali sekeranjang air.”

Sang cucu segera mengerjakan apa yang diperintahkan oleh kakeknya, tetapi semua air yang dibawa selalu saja habis sebelum dia sampai dirumah.

Melihat hal seperti ini kakeknya tertawa dan berkata,

” Lain kali kamu harus berusaha lebih cepat lagi ya….”.

Kakek itu meminta cucunya untuk kembali kesungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi.

Kali ini sang cucu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai dirumah. Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya, bahwa tidak mungkin membawa sekeranjang air karena itu dia lalu pergi untuk mencari sebuah ember untuk mengganti keranjangnya.

Kakeknya mengatakan :

“Aku tidak ingin seember air, aku hanya ingin sekeranjang air saja. Kamu harus mencobanya lagi lebih keras. ”

dan sang kakek pergi keluar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi.

Pada saat itu, sang cucu tahu bahwa hal ini tidaklah mungkin, tetapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai dirumah.

Sang cucu kembali mengambil keranjangnya dan mencelupkan-nya kesungai dan kemudian berusaha berlari lagi secepat mungkin, tapi ketika sampai didepan kakeknya, keranjang itu kosong lagi dan kosong lagi terus menerus.

Dengan terengah-engah, ia berkata:

” Kakek, semua ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja “.

Sang kakek menjawab :

” Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya ?. Cobalah lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu “.

Anak itu memperhatikan keranjangnya dan ia baru menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang tadinya kotor kini menjadi sebuah keranjang yang bersih, luar dan dalam.

” Cucuku tersayang….ini sama persis dengan apa yang terjadi ketika kamu membaca Al-Quran “.

” Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tidak memahami artinya sama sekali, tetapi ketika kamu melakukannya berulang-ulang, berulang kali, tanpa kamu sadari kamu akan dirubah, luar dan dalam. “

” That is the work of Allah in our lives “. Itulah pekerjaan Allah dalam mengubah kehidupan kamu.

Nabi Muhammad (SAW) berkata : “ Seseorang yg menunjukkan jalan kebenaran pasti akan dibalas sebagaimana mestinya “.

Komentar :

Tidak salah gue pernah terima email kayak gini. Awalnya setuju dengan pendapat bahwa membaca Al Quran itu akan membersihkan hati kita. tetapi jika dikaitkan dengan sabda Rasul Allah bahwa hari ini harus lebih baik dari yang kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, kalau tidak kita termasuk orang-orang yang merugi.

Dari apa yang dikatakan rasul itu, maka dalam hal membaca Al- Quran, dapat dikatakan bahwa hari ini baru dapat membaca, besok harus dapat memahami, hari berikutnya harus sudah dapat berdakwah.

Sebagaimana kita ketahui bahwa berdakwah itu adalah perintah Allah. Dikatakan bahwa setiap orang mukmin harus menyampaikan Al Quran pada masyarakat meskipun hanya satu ayat saja.

Oleh sebab itu kita harus hati-hati dalam membaca dan menafsirkan tulisan tersebut karena Allah memerintahkan kita untuk berdakwah. Bagaimana jika dalam berdakwah itu, ternyata kita tidak dapat menjelaskan kandungan ayat-ayat Al Quran ?

Wassalam – Rasprawi

Tanyakan saja pada pak Ustadz atau ahlinya. Kalaupun mereka juga tidak bisa menjawab, tanyalah pada rumput yg bergoyang. Kalau rumputnya tidak lagi bergoyang, tanyakanlah pada-NYA.
Niscaya jawaban akan selalu ada, asalkan engkau percaya.
Terima kasih TUHAN, terima kasih ALLAH-ku tersayang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s