” Selamat datang BanJiR “

Selamat datang banjir, banjir kiriman, banjir lokal dan banjir dosa….

Katanya, banjir yang lebih besar masih akan terus mengancam Jakarta hingga bulan Maret 2008, nah loh….

Dua hari lalu, BMG mencatat volume curah hujan mencapai 300 milimeter. Akibatnya Jakarta banjir di sekitar 410 titik. Hal ini disebabkan oleh salah satunya adalah karena tata ruang Jakarta sudah sangat amburadul.

Bayangkan yang dibangun hanya mol-mol dan ruko-ruko saja, resapan2 air hanya sedikit yang tersisa sehingga apapun upaya yang dilakukan untuk mengendalikan banjir, rasa2nya sih tidak ada artinya. Kecuali jika tersedia dana yang besar dan mental kerja para aparat yang bersih, jujur dan disiplin yang tinggi.

Tiba2 ,sayup2 dari radio terdengar lagu Ebiet G Ade, “ Kita mesti telanjang dan benar2 bersih…..”

Lihat saja saluran2 air yang dibuat asal2an, asal jadi dan seenaknya, gali sana gali sini. Hari ini galian kabel listrik, sebulan kemudian galian kabel telpon, kabel serat optik, bulan depannya lagi galian PAM, galian singset.

Sepertinya tanpa sadar mereka asyik terus2an menggali dosa disan-sini…..Gak ada yang mengawasi, jorok disana-sini, ditambah pula dengan banyaknya sampah yang dibuang sembarangan sehingga menyumbat aliran air dimana-mana.

Akibatnya yah… bisa kita lihat sendiri. Itulah cermin ibukota kita tercinta Jakarta. Oh kasihan…oh kasihan deh.

” Ke-Jakarta aku kan kembali…iii walaupun apa yang kan terjadi ” kata Koes Plus.

Bayangkan saat ini hujan baru berlangsung satu setengah hari saja, ibukota sudah lumpuh, bandara ditutup, akses jalan tol menuju bandara putus, di beberapa jalan protokol Jakarta tergenang air yang cukup tinggi sehingga sulit dilalui oleh kendaraan bermotor. Jalanan macet total ber-jam2.

Padahal kawasan-kawasan tsb merupakan obyek vital yang harus dijaga jangan sampai kebanjiran. Sungguh sangat menyedihkan apalagi tahun 2008 adalah tahun visit Indonesia.

Konon khabarnya di-Jakarta dua per tiga luasan sudah menjadi obyek banjir, sementara laju pembangunan prasarana banjir sama sekali tidak seimbang dengan usaha menghindari dan
menanggulanginya. Lama-lama Jakarta akan tenggelam dan itu bisa dihitung dengan jari kapan akan terjadi.

Kata orang, Jakarta tidak saja tenggelam oleh genang air tetapi juga oleh genangan dosa. Selamat menikmati banjir, selamat menikmati hukum karma, Jakarta.

Percaya gak ?. Siapa menabur angin akan menuai badai plus banjir.

Barangkali, Jakarta harus dipindahkan ke-PALANGKARAYA. sesuai ide Bung Karno pada tahun 1953. Gimana menurut anda ? @biz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s