” Kanan ato Kiri sih Mas ? “

Mas ….jalan ke Sorga itu belok kanan ato kiri sih ?
Kanan dong mas !
Yg bener nih mas ?
Bener dong mas. Sampeyan kan nanya, saya kan njawab…gimana sih mas ?
Jangan becanda dong ! Yang bener yang mana sih mas ?
Kalo mas gak percaya, belok kiri aja.
Wah…gimana sih mas…tadi katanya kanan sekarang katanya kiri…
Gini deh mas, ini ada peta …sebaiknya sampeyan baca aja sendiri ya mas….puas ?

Dalam Surat Al-Mudatsir ayat 42-47, Al-Qur’an bercerita tentang perbincangan di antara para penghuni surga dan neraka pada Hari Kiamat.

42. “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?”
43. Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,
44. dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,
45. dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,
46. dan adalah kami mendustakan hari pembalasan
47. hingga datang kepada kami kematian.”

Sebelumnya, pada ayat 38-41 Allah SWT berfirman :

38. Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,
39. kecuali golongan kanan,
40. berada di dalam syurga, Mereka saling menanya di surga,
41. tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,

Para ahli surga bertanya kepada para pendosa,

“Mâ salakakum fî saqar? Apa yang membawamu ke Neraka Saqar?”

Kata salaka sebenarnya berarti menempuh perjalanan. Orang yang menempuhnya disebut sâlik, sedangkan perjalannya disebut suluk.

Dalam Tasawuf, istilah suluk khusus diperuntukkan untuk orang yang menempuh perjalanan mendekati Allah swt. Namun dalam ayat ini, Tuhan bercerita tentang suluk sebagai perjalanan yang membawa manusia kepada neraka.

Jadi, terdapat dua macam suluk. Yang pertama, yang membawa kita ke surga. Contohnya terdapat dalam suatu hadits

“Man salaka thâriqan yaltamisu fîhi ‘ilman, sahhalallâhu lahu thâriqan ilal jannah ”

Barang siapa yang meniti jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan masuk ke surga.

Adapun suluk yang kedua, ialah jalan yang menyebabkan kita masuk neraka.

“Suluk apa yang kamu jalankan sehingga kamu masuk neraka?” Demikian ditanyakan para ahli surga. Penghuni neraka menjawab,

“Qâlû lam naku minal mushallîn. Dulu kami tidak termasuk pada golongan orang-orang yang shalat. Wa lam naku nuth’imul miskîn ”.

Dan kami tidak memberi makan orang miskin. Wa kunnâ nakhûdhu ma’al khâidhîn. Dan kami menggunjing bersama para penggunjing (QS. Al-Mudatsir 42-45)

Sumber : email dari mas Jenar suaminya mbak Siti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s