” Bagaimana..how ? “

Sumber : Email from a friend punya friend.

Seorang istri eh….suami, maksudnya, datang ke-pesexkolog yang sangat terkenal banget dr.Turunaekranjang, dia si-suami menjelaskan masalah hubungan seks dalam keluarganya yang akhir-akhir ini jarang sexali terjadi, padahal tadinya kan wuah…kayak minum obat aja. Sehari bisa 3 kali kadang2 6 kali or more. Tergantung ama anu-nya dia aja….

Nah gini nih critanya :

” Ok.., datang aza bah sama isteri-mu kemari bezok, ”
kata pesexkolog tersebut dg logat BTL-nya yg sangat medok.

Ke-esokan harinya, seperti yang diminta, suami-isteri datang menghadap, sambil malu2 kayak kucing.

Untuk ngejelasin duduk masalahnya, sang pesexkolog minta sang isteri masuk kedalam sementara suaminya nungguin diluar aja. Biar lebih afdoL barangkali.

Pesexkolog : ” Bu tolong ceritakan mazalah-nya, zehingga hubungan zex gak pernah terzadi lagi dalam keluarga Ibu”.

Isteri : “Pak, bukan saya menolak….tetapi ……..?”

Pesexkolog (dengan senyum wibawa) : “Gak uzah ragu.-ragu…ceritakan aza bah…dan zaya akan dengar….”

Isteri (sambil menarik nafas puanjang banget…..) : ” Begini lho pak…..kantor saya-kan jauh dari rumah. Lha untuk menuju kantor, kan ada banyak cara…..tapi yang paling efisien kan …. naik taksi ”

” Kalau naik taksi kan saya bingung karena kan kadang–kadang saya gak punya uang. Meski gak punya uang tapi saya kan bisa terus naik taksi….sopirnya kan selalu fleksibel “.

” Kalau sudah sampai kantor kan, Sopir taksinya selalu bertanya – mau bayar atau ‘ bagaimana ‘ ? ”

” Lha karena saya enggak punya uang, saya kan ilih ‘bagaimana’ saja “.

” Sesampai di-kantor tidak jarang saya kan terlambat. Karena keterlambatan ini, saya kan dipanggil sama atasan…..

Saya dianggap merugikan perusahaan. Atasan saya kan selalu meminta saya memilih, dikeluarin atau ‘Bagaimana’…

Lha karena saya kan butuh kerja, saya kan jadi terpaksa memilih ‘bagaimana’….”.

” Dari kantor, karena sudah capek dan pingin cepet-cepet pulang untuk istirahat, saya kan terpaksa sekali lagi menggunakan taksi “.

” Hal yang sama terulang lagi dan terulang lagi….. karena saya kan tidak punya uang, sopir taksi kan meminta saya memilih — membayar atau ‘Bagaimana’ “.

” Sekali lagi pak, kan tidak ada pilihan lain lagi bagi saya…….makanya saya kan memilih ..Bagaimana’….”.

” Bapak kan bisa mbayangin bagaimana capeknya saya setiba di-rumah….dan itulah yang menyebabkan kondisi keluarga saya kurang harmonis “.

Pesexkolog (manggut-manggut) : ” Cukup pelik zuga mazalah ini. Zaya sekarang mengerti duduk persoalan-nya.

Kalau menurut ibu, apakah mazalah ini perlu zaya ceritakan kepada zuami atau ‘bagaimana’….? ”

hehehehehehe……..Email ini harus saya terus-kan? Atau Bagaimana ???!!!! @biz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s