” Hakekatnya Selingkuh “

Hakekatnya selingkuh. (yg ini rada serius)

Yang suka selingkuh itu namanya tante girang, biasanya
(katanya loh, gue kan belum ngalamin, belum punya
pengalaman) selingkuhan -nya ama anak muda.

Kalo selingkuhan-nya ama anak tua, nama-nya jadi

” tante kurang girang ”๐Ÿ™‚

Untuk membahas lebih lanjut mengenai perselingkuhan gue
cut & paste dari sana-sini supaya anda tau apa-an sih SELINGKUH itu ?๐Ÿ™‚

Berdasarkan hasil jajak pendapat-nya Mang Ucup
ternyata dua dari tiga pria di-Jkt pernah berselingkuh.
( gue gak percaya !).

Dan para selebritis-pun dengan bangga pamer di-berbagai
macam mas media anak hasil dari perselingkuhan-nya.

Hal ini mengakibatkan terjadi-nya perubahan pola pikir
bagi sebagian besar penduduk di-Jakarta dimana mereka
mempunyai prinsip:

Selama dirumah ia adalah suami (istri-ku), masa bodoh
urusan diluar terserah, yang penting jangan sampai kepergok oleh-ku dan uang gaji tetap mengalir utuh.

Gue gak setuju ! Kalo elo gimana ?.

Jadi boro-boro takut dosa, bahkan hal kebalikan-nya yg terjadi, dimana mereka menilai bahwa perselingkuhan ini telah membuat hidup mereka jadi lebih hidup. Top. Jet Set…

Dalam teori psikologi, kenyataan ini akan menciptakan kekacauan berfikir atau dalam bahasa Sunda-nya disebut

” dissonance cognitive ” .

Tanya saja sama diri sendiri siapa sih yang mau cuek lagi mengenai masalah perselingkuhan.

Rasa berdosa pun ora ono !

Dengar saja gosip atau kesaksian-kesaksian mereka di-kantor, dimana dengan bangga mereka mengumbar pengalaman selingkuh-nya sebagai sebuah prestasi keperkasaan, atau keseksian. Saling gagah2an, gagah menggagahi…

” Gue punya lebih gede dari elo punya, makanya dia anu banget ama gue…….”.

Merasa bangga karena telah berhasil menggaet Daun Muda atau bisa merasakan Goyang Janda.

Perempuan2-nya pun demikian juga dimana mereka sembari ketawa cekikikan dan cengengesan, merasa bangga kalau bisa berhasil menaklukan boss atau menjerat suami orang walau-pun hanya sekedar kedip2 sambil garuk2 ketek. Kayak nyomet.
Terus pake nyanyi2 segala, lagu :

” Oh burung aku rindu-u-u…”

sembari tangan-nya meng-awe-awe, genit, kemayu…

Perlu diketahui bahwa berselingkuh itu adalah satu-satu-nya dosa yang melibatkan dan menghancurkan diri sendiri. Tanya pendeta, pastor, atau ustad deh utk detail-nya.

Secara emosional timbul-nya rasa bersalah, depresi. Secara jasmani bisa ketularan penyakit kelamin, AIDS maupun hamil. Secara rohani kehilangan kehidupan masa depan.

Proses berselingkuh itu terjadi-nya secara bertahap tetapi
skema-nya selalu sama: pertama dimulai dengan :

“Icip-icip dulu, ah coba ah…, ah iseng ah.., akhir-nya,
ah pusing ah…”

Terjebak dan tidak bisa meng-hentikan-nya lagi, sehingga
terjadi-nya konflik dan risiko yang berkelanjutan. Kapok lu…

Selingkuh itu apa standarnya ya?

Kata-nya Bpk Prof. Dr. Quraish Shihab, Lc, MA, sewaktu beliau ngomong di-Metro TV, 5 September 2004 , pukul 14.00 โ€“ 15.00 WIB, Selingkuh itu adalah :

Dari segi bahasa saja Selingkuh sudah mengandung makna yang negative, sedangkan di-dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, selingkuh mempunyai 5 makna yaitu :

tidak berterus terang
tidak jujur atau serong
suka menyembunyikan sesuatu
korup atau menggelapkan uang
memudah-mudahkan perceraian

Kelima-limanya dapat terjadi pada waktu, kondisi apapun dan dapat ditimbulkan oleh siapa-pun tanpa pandang ada bulu atau tidak.

Kelima hal tsb diatas tidak disukai oleh agama dan merupakan pelanggaran. Yaitu melanggar perintah Allah.

Jika kelima-limanya tersebut terjadi dalam keluarga maka telah
terjadi perselingkuhan dalam keluarga yang sekarang akan dibahas.

Contohnya,

Apabila seorang isteri diam-diam mengambil uang suami-nya
tanpa memberitahu itu sudah termasuk selingkuh.

Jika seorang suami sebenarnya mendapatkan penghasilan 1 juta namun dilaporkan kepada isterinya hanya 500 ribu, maka itupun sudah termasuk selingkuh.

Puncak selingkuh dalam keluarga adalah salah satu pihak telah
menjalin hubungan dengan pria/wanita idaman lain (PIL/WIL) tanpa sepengetahuan dari pasangan-nya.

Ada ayat dalam Al-Quran, Surat An-Nisa yang menjelaskan bahwa betapa dekatnya arti pasangan dengan diri kita sendiri, bahkan jikalau memang harus bercerai, mahar yang telah diberikan kepada isterinya dahulu tidak boleh diminta kembali.

Berikut bunyi ayat tsb :

” Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang diantara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikit-pun.

Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata? “. (QS.4:20)

” Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (ber-campur/AFDHO) dengan sebagian yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isteri-mu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” (QS. 4:21)

Mari lihat lebih dalam lagi sebenarnya apa arti AFDHO dalam Surat
4:21 diatas.

AFDHO berasal dari kata FADHO yang artinya Angkasa Luar.

Mengapa bisa begitu, mengapa Angkasa Luar ?

Angkasa luar itu mempunyai ruang yang sangat luas, tanpa batas dan terbuka. Karena itu hendak-nya hubungan suami isteri semesti-nya seperti angkasa luar ini, tidak ada batas diantara suami isteri, dan seterbuka-terbuka-nya diantara kedua-nya.

Karenanya harus sering saling buka2an di-waktu-waktu tertentu๐Ÿ™‚

Kalau masih ada rasa gengsi, malu2, takut2 dan sembunyi2 terhadap sesuatu sekecil apapun diantara kedua-nya maka berarti mereka ber-dua belum mengikuti ke-hendak dan ke-inginan Allah tersebut.

Allah menginginkan antara kita dan pasangan kita adalah saling
terbuka.

Pasangan kita adalah diri kita sendiri.

” Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk-mu isteri-isteri dari diri kamu, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepada-nya, dan dijadikan-Nya diantara-mu mawaddah dan rahmah.

Sesungguh-nya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”(QS.30:21)

Mari kita lihat ayat diatas. Allah mengatakan Dia telah menciptakan untuk-mu isteri-isteri dari
diri kamu.

Apa maknanya ?

Makna-nya adalah pasangan kita sesungguh-nya adalah diri kita.

Mau-kah kita merugikan diri Anda sendiri dalam arti merugikan
pasangan Anda ?

Maukah Anda menyakiti diri sendiri artinya menyakiti pasangan Anda yang merupakan diri Anda sendiri ?

Pasangan kita adalah diri kita.

Apabila kita menginginkan sesuatu maka sebelum kita mengucapkan, suami / isteri kita sudah dapat menebak-nya dengan tepat apa yang kita inginkan, karena dia adalah diri kita.

Begitu juga sebalik-nya karena kita juga adalah diri-nya.

Semakin terjadi persesuaian suami-isteri, akan semakin bahagia mereka.

Hidup bersama dengan pasangan, mempunyai arti sesungguhnya yang amat dalam.

Hidup itu adalah ditandai dengan gerak, bisa merasakan dan diri-nya tahu. Kalau Anda hidup bersama dengan pasangan, maka gerak langkah secara bersama, pengetahuan Anda dan pasangan bersama-sama tahu dan mencari tahu terhadap segala hal dan masalah yang sedang dihadapi, dan Anda bersama pasangan Anda mempunyai perasaan yang sama.

Kalau pasangan Anda tidak menyukai sesuatu pada diri Anda, maka ubahlah diri Anda.

Kalau pasangan Anda tidak menyukai dan tidak meridhai poligami, maka jangan Anda lukai diri Anda sendiri (pasangan Anda) dengan poligami.

Dalam ajaran Islam, ada perintah musyawarah.

Dalam Al-Quran, musyawarah ini digunakan 3 x,

yaitu musyawarah untuk pujian, musyawarah dalam kehidupan bermasyarakat dan musyawarah dalam hidup berumah tangga.
Jadi dalam hiduf berumah tangga, tidak ada yang tertutuf sedikit-fun, kecuali…he-he-he yg hrs ditutuf. Ok Boss ?

Dan musyawarah membutuhkan kejujuran.

Jadi jangan menyembunyi-kan sesuatu pada pasangan Anda.

” Tempatkanlah mereka (para isteri) dimana kamu bertempat tinggal menurut kemampuan-mu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. โ€ฆ. dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu), dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuk-nya.” (QS.65:6).

Ada kasus khusus, memang ada sesuatu dalam kehidupan berumah tangga berbohong dibenarkan dalam rangka menyenangkan pasangan, yaitu gombal pada pasangannya.

Begitu juga menyembunyikan sesuatu kalau dalam hal kemaslahatan bersama dan bukan untuk kepentingan pribadi, hal ini dapat dibenar-kan oleh Allah.

Dalam sebuah hadits, ada seorang isteri sedang sendirian bersama
anak-nya yang sedang sakit keras, suami-nya sedang pergi mencari nafkah dan sudah lama pergi-nya karena jaman dulu pergi mencari nafkah itu betul-betul memakan waktu lama, tidak ada transportasi yang cepat seperti sekarang.

Anak-nya yang sedang sakit ini, kemudian meninggal. Tak lama kemudian, suami-nya pulang. Sesampai dirumah, suami-nya menanyakan bagaimana kabar-nya dan kabar anak mereka berdua ?

Dijawab sang isteri karena tidak ingin memberikan berita buruk sebelum suami-nya pulih betul istirahat-nya,

“anak kita sedang istirahat setenang-tenang-nya”.

Tenanglah suami-nya karena tidak ada masalah dalam rumah
yang kemarin ditinggalkan-nya.

Kemudian sang isteri melayani suami-nya sepanjang malam.
Esok pagi-nya setelah suami-nya bangun dan segar, kemudian isteri-nya baru mengabarkan keadaan anak-nya yang sebenar-nya pada sang suami, bahwa anak-nya sudah meninggal, keadaan-nya sudah setenang-tenang-nya.

Sang suami-pun sedih dan juga trenyuh akan kesabaran
isteri-nya .

Puncak perselingkuhan adalah perzinaan dengan pria / wanita lain.

Dasar kehidupan rumah tangga adalah kepercayaan. Saling percaya diantara pasangan adalah hal yang paling pokok. Jika tidak ada lagi rasa percaya dan saling curiga maka perkawinan sudah bisa lagi berjalan.

Apalagi jika salah satu menuduh pasangan-nya berzina dengan orang lain maka sudah masuk kategori cerai / thalaq abadi.

Jika thalaq 1, thalaq 2 bahkan thalaq 3 (dalam thalaq 3 ada
catatan telah menikah dulu dengan orang lain), suami bisa balik lagi kepada isteri-nya untuk menikah lagi atau sebaliknya (rujuk).

Tapi kalau sudah menuduh berzina dengan 5 x ucap (Li’an) maka
otomatis telah terjadi thalaq / cerai abadi.

Hal itu terjadi karena mereka sudah tidak lagi saling
percaya, sudah musnah rasa kepercayaan masing-masing.

Tidak ada lagi kepercayaan maka tidak bisa balik.

” Dan orang-orang yang menuduh isteri-nya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguh-nya dia adalah termasuk orang-orang yang benar.

Dan (sumpah) yang kelima: bahwa la`nat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta.” (QS. 24:6-7).

Karena itu, suami isteri dituntut untuk menghindarkan diri dari
kecurigaan, dengan cara saling terbuka.

Seringkali perceraian terjadi karena tidak ada-nya keterbukaan, dan ini sudah termasuk selingkuh.

Keterbukaan dan kejujuran ini bahkan sejak semula jauh sebelum
pernikahan masih dalam rangka saling kenal mengenal sudah harus diterapkan.

Dalam sebuah hadits, disebutkan pesan Nabi, apabila salah seorang kamu mendatangi perempuan untuk dinikahi dan kamu menggunakan semir rambut, katakan kepadanya bahwa rambutmu telah disemir.

Kehidupan berumah tangga yang kita hadapi adalah berinteraksi
dengan manusia bukan dengan alam.

Manusia mempunyai perasaan. Timbul-nya segala sesuatu termasuk pada diri manusia itu dimulai dengan adanya benih, termasuk cinta.

Benih itu timbul-nya dimulai dari perasaan. Oleh karena itu jika
cinta ditujukan pada orang lain bukan pada isteri atau suaminya
sendiri, hendak-nya buru-buru disingkirkan. Jangan mengatakan bahwa

“saya ga bisa menghapus cinta ini kepada dia (bukan suami / isteri-nya)”.

Ada sebagian orang menyerah seolah dia tidak berdaya menghadapi perasaan yang timbul dalam diri-nya karena mencintai orang lain yang bukan suami / isterin-ya, yang barangkali itu adalah cinta pertama-nya atau sebab-sebab
lain-nya.

Dia terus saja mengalah tidak berdaya, mengikuti dan menuruti
kemauan hati-nya yang sudah ternoda itu. Kemudian dengan mudah-nya, ia menggunakan dalih taqdir yang menyebabkan dia bisa cinta keorang lain tersebut.

Padahal ada kesalahan yang disebabkan karena kita sadar dan ada pula kesalahan yang disebabkan karena kecerobohan kita.

Kesalahan yang disebabkan kecerobohan ini, contohnya adalah bila ada seorang perempuan yang diminta untuk menjaga seorang bayi yang sedang tertidur, kemudian perempuan itu pergi mengobrol dengan tetangganya dan terlena berjam-jam mengobrol-nya.

Ketika perempuan itu kembali ke-bayi dan rupanya bayi-nya sudah
terjatuh dari tempat tidur, maka bisakah kita katakan itu karena
taqdir-nya sang bayi ataukah disebabkan karena kecerobohan perempuan itu ?

Tentu, karena kecerobohan perempuan itu dalam menjaga sang bayi.

Nah, begitu juga dengan perasaan dan cinta kita kepada orang yang bukan suami / isteri kita sendiri, apakah itu disebabkan karena taqdir atau kecerobohan kita terlena pada cinta dan perasaan itu berjam-jam, berhari-hari bahkan bertahun-tahun yang bersemayam dari hati dan perasaan kita ?

Allah sudah melengkapi perangkat-perangkat di-dalam diri agar kita bisa terlepas dan bebas, dan mampu membersihkan kesalahan2 kita yang lalu.

Semua tergantung dari kesungguhan yang kita lakukan.

Karena itu, segeralah untuk menghapus cinta dan perasaan pada orang yang bukan suami / isteri kita dan segera menyingkirkan-nya bukan sekedar mengubur cinta yang bukan untuk pasangan-nya.

Karena kalau sekedar mengubur-nya, sesuatu itu masih ada terpendam yang sewaktu-waktu baik secara sadar atau tidak
kita bisa membongkar-nya kembali, berbeda halnya jika kita menghapus-nya tuntas.

Jika benih itu tidak segera disingkirkan maka lama-lama akan
menjadi besar dan bertambah, dan akhir-nya bisa menguasai jiwa dan menjadi dorongan, syetan nanti akan terus membantu jika tidak ada niatan atau tekad yang kuat untuk menyingkirkan-nya.

Tidak ada dalih yang dapat dibenarkan sedikitpun tentang hal ini
sejak masih dalam benih apalagi sampai besar.

Jangan diperturutkan hati dan perasaan yang salah.

Apalagi jika membayangkan orang lain (bukan suami/isterinya) dalam berhubungan seks itupun sudah termasuk selingkuh, yang sejak dini berupa benihpun (masih dalam bayangan / imajinasi) tersebut untuk segera disingkirkan.

Ketidakjujuran juga termasuk benih dalam kehidupan berumahtangga, segera singkirkan pula. Ketidakjujuran jika terus dibiarkan dapat mengantar mereka kepada saling tidak percaya.

Pekerjaan-pekerjaan itu ada yang dilakukan oleh hati dan juga oleh anggota badan. Pekerjaan-pekerjaan hati dan pikiran adalah berfikir, berimajinasi dan berfantasi, jika pekerjaan-pekerjaan hati tersebut tidak mengarah kepada kebaikan segera singkirkan dan hapus, seperti imajinasi fantasi kepada orang lain bukan kepada suami / isteri Anda segera musnahkan.

Kita harus memadamkan api sebelum dia berkobar.

Jangan perturutkan hati dan terlena karenanya sedini mungkin.

Jadi selingkuh mempunyai arti yang banyak dan tidak hanya sebatas selingkuh secara fisik tapi bisa karena hati dan pikiran
(imajinasi / fantasi).

Segera singkirkan sedini mungkin.

Dan untuk mencegah-nya, dalam hidup berumah tangga diperlukan ada-nya keterbukaan & kejujuran sebagai
dasar pokok.

Tanya Jawab :

Tanya : Bagaimanakah dengan Nikah Sirri ?

Jawab : Kembali dulu kepada pengertian nikah sirri yang sebenarnya. Nikah Sirri adalah nikah yang dirahasiakan dimana kerahasiannya itu sampai batas-batasnya, hanya merahasiakan pada orang lain.

Batas-batasnya itu sampai dimana ?

Batas-batasnya adalah adanya wali perempuan, mempelai laki dan
wanita, dan 2 orang saksi, lalu ditambah aturan dalam Negara kita
adalah tercatat dalam KUA.

Jadi Nikah Sirri itu sama dengan pernikahan biasa, hanyasanya nikah sirri tidak dirayakan.

Jika ada seorang menikah kemudian dia meminta utk orang lain agar mengatakan bahwa dia belum menikah padahal sudah menikah (apa-lagi berbohong pada isterinya), nah ini sudah diluar batas dan dilarang oleh Allah, karena itu termasuk berbohong dan dusta.

Allah menyuruh jika kita menikah harus diumumkan. Nikah yang tidak diketahui oleh isteri (apalagi tidak diridhai / disukainya), itu
dilarang dalam Islam sesuai dengan pembahasan diatas, karena tidak jujur.

Apabila memang berniat untuk menikah lagi atas kesepakatan kedua belah pihak, keridhaan dan keinginan kedua belah pihak karena alasan-alasan yang dapat diterima menginginkan keturunan yang tidak diperoleh melalui isterinya (Tafsir Al-Misbah Vol.3, Surat An-Nisa:4), maka menikah lagi bagi sang suami tidak dilarang menurut agama.

Sekarang banyak fenomena dimana sang isteri tidak mengetahui, suami-nya mempunyai isteri-isteri lain dan anak-anak lain, karena sembunyi-sembunyi dan tidak jujur pada isterinya.

Selain itu, juga banyak fenomena terjadi pemaksaan kehendak suami untuk menikah lagi.

Ini tidak diridhai oleh Allah karena sudah termasuk selingkuh.

Tanya : Bagaimana jika kita tidak jujur pada anak-anak kita ?

Jawab : Ada suatu pengertian yang hendaknya orang tua dan anak harus mengerti sampai dimana batas anak harus berbakti pada orang tua-nya.

Menurut Rasyid Ridha bahwa bukan termasuk anak berbakti kepada orang tua apabila dengan cara mengikuti semua kehendak dan keinginan orang tua menyangkut hak-hak anak.

Orang tua menyuruh anak dengan memaksa, maka itu sudah me-langgar hak anak untuk bebas memilih.

Apabila anak mengikuti dengan terpaksa maka itu bukan di-kategorikan anak telah berbakti kepada orang tua-nya.

Wassalamualaikum wr.wb,

Sumber : Prof. Dr. Quraish Shihab, Lc, MAMetro TV, 5 September 2004 , 14.00 โ€“ 15.00 WIB Disusun oleh : ariefwiryanto@…

http://ariefhikmah.blogdrive.com/archive/cm-09_cy-2004_m-09_d-07_y-2004_o-0.html

4 responses to “” Hakekatnya Selingkuh “

  1. ini ada cowok yang sedang selingkuh jadi cowok ini cowok aku .dan aku tidak bisa mengatasi cewek itu kerena cewek itu sudah merebut cinta aku tapi aku tidak tau entah suka nya cowokku sama dia.dan tolong kasih aku saran untuk menyingkirkan cewek itu,kalau aku berbicara sama dia gak mau ambil open dan dia kayak gak suka sama aku lagi,dan aku sangat sayang sama dia dan aku sangat mengharap sama dia jangan pernah meninggalkan diri aku,dan satu kawan-kawan nya sangat mendukung kalau cowok ku sama cewek itu.tolongnya kasih saran?

  2. ini ada cowok yang sedang selingkuh jadi cowok ini cowok aku .dan aku tidak bisa mengatasi cewek itu kerena cewek itu sudah merebut cinta aku tapi aku tidak tau entah suka nya cowokku sama dia.dan tolong kasih aku saran untuk menyingkirkan cewek itu,kalau aku berbicara sama dia gak mau ambil open dan dia kayak gak suka sama aku lagi,dan aku sangat sayang sama dia dan aku sangat mengharap sama dia jangan pernah meninggalkan diri aku,dan satu kawan-kawan nya sangat mendukung kalau cowok ku sama cewek itu.tolongnya kasih saran?…………………………………………………………

  3. Banyak2 berdoa, minta tolong sama TUHAN…supaya dikasih cowok yg lebih setia, lebih ngganteng, lebih hebat dari dia. Coba deh๐Ÿ™‚

    Gimana ?

  4. mencari tante girang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s