” Dasar Ayam lu !!!…”

From: milis-nya aaGamibinpolidotkom

e-MAIL Berikut ini adalah cerita kegemaran guru cipiritual gue embah katonpes jipsansin…

Sepasang pengantin, baru kawin, just married, tengah berjalan bergandengan tangan di-sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah. Indah banget deh.

Seusai makan malam, mereka menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan: “Kuek! Kuek!”

” Dengar,” – kata si istri, ” Itu pasti suara ayam deh……”

” Bukan, bukan…… Itu-kan suara bebek YANG …,” kata si-suami.

” Nggak, aku yakin deh itu pasti suara ayam,” si-istri bersikeras.

” Mustahil !!!. Suara ayam itu ‘ kukuruyuuuk ! ‘, bebek itu-kan ‘ kuek! Kuek !!! ‘

“ Itu bebek, Sayang ……” kata si-suami sambil jemberut, jidatnya kriput kayak orang nahan kentut, lama2 bisa semaput .

Itu-lah gejala-gejala2 awal dari kejengkelan yg terpendam.

“Kuek! Kuek!” terdengar lagi.

“Nah, tuh-kan ! Itu suara bebek,” kata si-suami.

“ Bukan….bukan, bukan…., Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul,”

tandas si istri, sembari menghentakkan kaki-nya, tanda2 menahan anu, marah-nya…

” Dengar ya !!! Itu a… da… lah… be… bek, B-E-B-E-K. Buwebek!!! Mengerti? ”

Si-suami melotot dengan gusar. Ih serem banget deh.

” Tapi itu ayam….,”

masih saja si-istri bersikeras. Sekeras hati-nya. Hati perempuan yg lagi ngambek. Kurang setoran. Kayak supir taksi eh tukang ojek.

” Itu jelas-jelas bue… bek, kamu… kamu….” Dodol !!!

Katanya si-suami dlm hati. Tentu si-istri gak denger. Kalo denger wah3x…bisa, bisa…bisa.

Beberapa saat kemudian terdengar lagi suara,

” Kuek! Kuek!” sebelum si-suami mengatakan sumpah serapah yang akhirnya tak jadi dikatakan.

Si-istri sudah hampir nangis, ” Tapi itu ayam….”

Si-suami melihat air mata yang mengambang di-pelupuk mata istrinya, akhirnya dia , si-suami ingat betul kenapa dia menikahi istri-nya kemaren dulu…

Janji-nya waktu masih pacaran adalah sbb :

” Aku mencin-TAI-mu sepenuh hati walopun apa yg akan terjadi…”

Wajahnya tiba2 berubah jadi lembut dan katanya dengan lirih dan mesra banget ,

” Maafkan aku, Sayang….. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok.”

” Padahal itu suara buwebek loh…”

gumam suami-nya lirih dan pelan banget nyaris tak terdengar……..

Sangat pelan2 banget2, sampe2 kagak kedengeran oleh sang-istri. Coba kalo dia denger. Wuah…wah 3x.

” Terima kasih, Sayang……,”

kata si-istri sembari menggenggam anu-nya suami erat2. Maksud gue tangan suami-nya loh. Piktor juga yah, elo nih.

” Kuek! Kuek!” tiba2 terdengar lagi suara bebek kurang ajar itu
di-hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.

Si-suami akhirnya sadar :

“ Siapa sih yang peduli ? ”

” Ayam kek ato bebek kek ? ”

” Emang Gue Pikirin ?….”

Yang Gue pikirin, yang jauh lebih penting sih, menurut gue, adalah keharmonisan mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam Honey Moon yang indah itu.

Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele?

Berapa banyak perceraian terjadi gara2 AYAM ???
(kena flu ayam eh flu burung baru kapok !!!, mau….burung elo kena flu ?)

Ketika kita2 orang memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita.

Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek. Iya gak ?

Lagi pula, betapa sering-nya kita merasa haqul yakin, amat sangat mantab, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita bisa aja salah?

Lho, siapa tahu? Iya kan ?

Masih sayang istri enggak sih elo-nya ?…

Paham kan ?

waSalam sayang – AA Gami bin Poly.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s