“ Angka 19 dalam Al-Quran “

Why nineteen …….19 ?

Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Quran sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.

Namun kemukjizatan Quran tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, dan keindahan bahasa saja, tetapi ia juga mengandung kebenaran ilmiah yang luar biasa sehingga mengejutkan para ahli.

Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad sampai seorang sarjana pertanian Mesir bernama

” Rashad Khalifa “

berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahun-tahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat atau ayat-ayat dalam Quran serba berkelipatan angka 19.

Penemuan tersebut berkat penafsirannya pada surat ke-74 ayat : 30-31, yang artinya sebagai berikut:

“Yang atasnya ada sembilan-belas, dan tidaklah Kami jadikan bilangan mereka itu (angka 19) melainkan untuk menjadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang – orang :

1.yang diberi Al Kitab menjadi yakin
2.yang beriman bertambah imannya,
3.yang diberi Al Kitab dan orang2mukmin itu tidak ragu2
4.yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir berkata:

” Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini
sebagai perumpamaan ? ”

Hasil penemuan yang sangat mengejutkan ini pada tahun 1976 telah didemonstrasikan di depan umum ketika diselenggarakan Pameran Islam Sedunia di London.

Berikut cuplikan dari sebagian penemuan tersebut :

1. Kita mengetahui bahwa setiap surat-surat dalam Quran selalu diawali dengan bacaan ‘Basmalah’ sebagai statement pembuka, yaitu

“Bismillaahirrahmaanirraahiim”

yang artinya :

“dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Ternyata bacaan ‘Basmalah’ tersebut dalam bahasa Arabnya terdiri dari 19 huruf atau 19 x 1.

2. Bacaan ‘Basmalah’ terdiri dari kelompok kata : Ismi–Allah – Arrahman – Arrahim. Penelitian menunjuk-kan bahwa jumlah dari masing-masing kata tersebut dalam Quran ternyata selalu merupakan kelipatan angka 19.

a. Jumlah kata ‘Ismi’ dalam Quran ditemukan sebanyak 19 buah ( atau 19×1 )

b. Jumlah kata ‘Allah’ dalam Quran ditemukan sebanyak 2.698 buah atau 19×142

c. Jumlah kata ‘Arrahman’ dalam Quran ditemukan sebanyak 57 buah atau 19 x3

d. Jumlah kata ‘Arrahim’ dalam Quran ditemukan sebanyak 114 buah atau 19×6

Apabila faktor pengalinya dijumlahkan maka hasilnya juga merupakan kelipatan angka 19 ,
yaitu 1+142+3+6=152 (atau 19×8).

3. Jumlah total keseluruhan surat-surat dalam Quran sebanyak 114 surat atau 19 x6 .

4. Bacaan ‘Basmalah’ dalam Quran ditemukan sebanyak 114 buah atau 19×6 , dengan perincian sbb:

Sebanyak 113 buah ditemukan sebagai pembuka surat-surat kecuali surat ke-9, sedangkan sebuah lagi ditemukan di surat
ke-27 ayat : 30.

Berbeda dengan surat-surat lain, surat ke-9 memang khusus sengaja tidak diawali bacaan ‘Basmalah’ karena isinya merupakan ayat-ayat perang.

Dalam Surat ke-9 ini kebanyakan pokok pembicaraannya berisi tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin karena pengkhianatan mereka, sebaliknya surat ke 27 terdapat kisah ajakan penyerahan diri Ratu Balqis oleh Sulaiman.

Jadi terdapat antagonis antara surat ke-9 dan surat ke-27.

Berikut terjemahan surat ke-9 ayat 3 :

“ Dan suatu permakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin, kemudian jika kamu bertobat maka bertobat itu lebih baik bagimu, dan jika kamu berpaling maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemah-kan Allah.

Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir bahwa bagi mereka siksa yang pedih.”

Terjemahan surat ke-27 ayat: 29-31:

”Ia (Balqis) berkata, Hai pembesar-pembesarku, telah dikirim kepadaku sebuah surat yang berharga. Surat itu dari Sulaiman yang isinya berbunyi :

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku dengan berserah diri.”

5. Pada surat ke-27 ayat : 30 tempat ditemukannya bacaan ‘Basmalah’, kalau bilangan surat dan ayatnya dijumlahkan hasilnya merupakan kelipatan angka 19 ,
yaitu 27 + 30 = 57 atau 19×3.

6. Dari point 4 di atas, ditemukan hubungan yang menarik antara surat ke-9 dan ke-27. Surat ke-27 ternyata merupakan surat yang ke-19 jika dihitung dari surat ke-9.

surat ke : 9, 10, 11, 12, ………………., 25, 26, 27 urutan surat ke : 1, 2, 3, 4, ………………., 17, 18, 19.

7. Dari point 6, apabila bilangan surat-surat dijumlahkan mulai dari surat ke-9 sampai dengan ke-27,
(9+10+11+12+…+24+25+26+27) maka hasilnya adalah 342 atau 19×18

8. Wahyu pertama (Surat ke-96 ayat : 1-5 ) terdiri dari 19 kata (atau 19×1) dan 76 huruf atau 19×4.

9. Wahyu kedua (Surat ke-68 ayat : 1-9 ) terdiri dari 38 kata atau 19×2.

10. Wahyu ketiga (Surat ke-73 ayat : 1-10 ) terdiri dari 57 kata atau 19×3.

11. Wahyu terakhir (Surat ke-110 ) terdiri dari 19 kata atau
19 x1 , dan ayat pertama dari Surat ke-110 tersebut terdiri dari 19 huruf atau 19×1.

12. Wahyu yang pertamakali menyatakan ke-Esaan Allah adalah wahyu ke-19 Surat ke-112.

13. Surat ke-96 tempat terdapatnya wahyu pertama, terdiri dari 19 ayat atau 19×1 dan 304 huruf atau 19×16 . Selain itu juga ternyata surat ke-96 tersebut merupakan surat yang ke-19 bila diurut / dihitung mundur dari belakang Quran.

Surat ke : 114, 113, 112, 111, ………., 98, 97, 96 urutan surat
ke: 1, 2, 3, 4, ………., 17, 18, 19.

Bukti-bukti di atas menunjukkan bahwa Quran tersusun dengan perhitungan sistim kunci (interlocking system), sesuai maksud dari surat ke-85 ayat: 20, yang artinya:

“Allah telah mengepung/mengunci mereka dari belakang”.

14. Dari point 13, apabila bilangan surat-surat dijumlahkan mulai dari surat ke-114 sampai dengan ke-96,
(114+113+112+111+…+98+97+96) maka hasilnya adalah 1995 atau 19 x105.

15. Bagian tengah-tengah Quran jatuh pada Surat ke-18
ayat 19 atau 19×1.

16. Penulis juga menemukan bukti bahwa surat-surat yang memiliki 8 (delapan) ayat dan 11 (sebelas) ayat ditemukan yang paling banyak dalam Quran, yakni masing-masing terdiri dari 5 (lima) buah surat.

Disusul kemudian surat-surat yang memiliki 3 (tiga), 19 (sembilan belas), 29 (dua puluh sembilan), 30 (tiga puluh), dan 52 (lima puluh dua) ayat, yang masing-masing terdiri dari 3 (tiga) buah surat.

Apabila dijumlahkan ayat-ayat tersebut sesuai dengan kelompoknya maka hasilnya merupakan kelipatan angka 19,
yaitu sbb :

= surat ke: 94, 95, 98, 99, 102 masing-masing terdiri dari: 8 ayat
= surat ke: 62, 63, 93, 100, 101 masing-masing terdiri dari:
11 ayat

Apabila jumlah ayat-ayatnya dijumlahkan : 8+11=19
(atau 19×1 )

= surat ke: 103, 108, 110 masing-masing terdiri dari:3 ayat
= surat ke : 82, 87, 96 masing-masing terdiri dari:19 ayat
= surat ke : 48, 57, 81 masing-masing terdiri dari:29 ayat
= surat ke : 32, 67, 89 masing-masing terdiri dari:30 ayat
= surat ke : 14, 68, 69 masing-masing terdiri dari:52 ayat

Apabila jumlah ayat-ayatnya dijumlahkan: 3+19+29+30+52=133, atau 19×7.

17. Quran merupakan satu-satunya kitab suci di dunia ini yang memiliki tanda-tanda khusus (initials) berupa huruf-huruf (code letters) atau sebagaimana disebut dalam bahasa Arab

“Muqatta-‘aat”

yang artinya “kata singkatan”.

Di dalam Quran terdapat sebanyak 29 (dua puluh sembilan) surat-surat yang diawali dengan 14 (empat belas) macam kombinasi dari 14 (empat belas) huruf-huruf “Muqatta-‘aat”.

– 14 huruf-huruf itu adalah : alif, lam, mim, ra’, kaf, ha’, yaa’, ain, shad, tha’, shin, qaf, nun, dan kha’.

– 14 macam kombinasi huruf adalah :

1. Alif, lam, mim
2. Kha, mim
3. Alif, lam, ro’
4. Alif, lam, mim, ro’
5. Tho’, sin
6. Tho’, sin, mim
7. Ya’, sin
8. Nun
9. Kaf, kha’, ya’, ain, shod
10. Alif, lam, mim, shod
11. Shod
12. Qof
13. Ain, sin, qof
14. Tho’, ha’

– 29 surat-surat adalah : surat ke : 2, 3, 7, 10 11, 12, 13, 14, 15, 19, 20, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 36, 38, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 50, dan 68.

Maka apabila bilangan dari banyaknya huruf, banyaknya kombinasi, dan banyaknya surat dijumlahkan maka hasilnya merupakan kelipatan 19, yaitu 14 + 14 + 29 = 57 atau = 19×3 .

Tanda-tanda dengan kata singkatan ini, ahli tafsir mempunyai pendapat yang berbeda-beda.

Ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang termasuk ayat-ayat

‘mutasyaabihaat’,

ada pula yang berpendapat huruf-huruf abjad itu berfungsi untuk menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan bacaan-bacaan dalam Quran.

Namun berkat penemuan angka 19 kini terbukalah maksud sesungguhnya dari adanya huruf-huruf “Muqatta-‘aat” tersebut, yaitu berfungsi sebagai penjaga keaslian / keautentikan Quran karena berhubungan dengan angka 19, perhatikan demonstrasi berikut :

18. Surat ke-68 diawali huruf ‘Nun’. Setelah diteliti jumlah huruf ‘Nun’ yang terdapat pada surat tersebut merupakan kelipatan 19.

Surat ke ‘Nun’ kelipatan 19
68 133 19×7

Berikut terjemahan surat ke-68 ayat 2-6:

“ Nun. Berkat kemuliaan Tuhanmu, engkau (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila, dan sesungguhnya bagimu pahala yang besar, dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur, maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat, siapa di antara kamu yang gila.”

19. Surat ke-42 dan surat ke-50 diawali huruf ‘Qof’. Setelah diteliti huruf ‘Qof’ yang terdapat pada kedua surat tersebut sebanyak 114 huruf (atau 19 X 6).

Ada yang berpendapat bahwa huruf ‘Qof’ ini singkatan dari kata ‘Quran’ karena Quran terdiri dari 114 surat.

Surat ke ‘Qof’ kelipatan 19
42 57 19 X 3
50 57 + 19 X 3 =114

Hal lain yang mengherankan adalah Allah biasanya menyebut kaumnya Nabi Luth dengan kalimat “Qaumu Luuth” yang ditemukan sebanyak 12 kali dalam Quran, namun pada surat ke-50 ayat 13, sebutan tersebut berganti menjadi

“Ikhwanu Luuth”

yang artinya

“saudara-saudaranya Nabi Luuth”.

Tampaknya Allah sengaja menghilangkan unsur ‘Qaf’ dalam kalimat tersebut agar jumlah huruf ‘Qaf’ dalam Quran tetap berkelipatan 19, sebab jika tidak diganti maka jumlahnya akan bertambah menjadi 115.

Berikut terjemahan surat ke-50 ayat 1-2:

“Qaaf, demi Al Quran yang sangat mulia, mereka tercengang lantaran datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir :

“Ini sesuatu perkara yang amat aneh”.”

20. Surat ke-42 diawali huruf ‘Ain’, ’Sin’, dan ‘Qof’. Setelah diteliti jumlah total ketiga huruf tersebut pada surat ke-42 merupakan kelipatan 19.

Surat ke: ‘Ain’ ‘Sin’ ‘Qof’ total kelipatan 19
42 98 + 54 + 57 = 209 19 X 11

21. Surat ke-36 diawali huruf ‘Ya’, dan ‘Sin’. Setelah diteliti jumlah total kedua huruf tersebut pada surat ke-36 merupakan kelipatan 19.

Surat ke: ‘Ya’ ‘Sin’ total kelipatan 19
36 237 + 48 = 285 19 X 15

22. Surat ke-13 diawali huruf ‘Alif’, ‘Lam’, ‘Mim’, dan ‘Ro’.
Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat ke-13 merupakan kelipatan 19.

Surat ke: ‘Alif’ ‘Lam’ ‘Mim’ ‘Ro’ total kelipatan 19
13 605 + 480 + 260 + 137 =1482 19 X 78

23. Surat ke-7 diawali huruf ‘Alif’, ‘Lam’, ‘Mim’, dan ‘Shod’.
Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat ke-7 merupakan kelipatan 19.

Surat ke: ‘Alif’ ‘Lam’ ‘Mim’ ‘Shod’ total kelipatan 19
7 2529 + 1530 + 1164 + 97 =5320 19 X 280

24. Surat ke-19 diawali huruf ‘Kaf’, ‘Kha’, ‘Ya’, Ain, dan ‘Shod’. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat ke-19 merupakan kelipatan 19.

Surat ke: ‘Kaf’ ‘Kha’ ‘Ya’ Ain‘ Shod’ total kelipatan 19
19 137 + 175 + 343 + 117 + 26 = 798 19 X 42

25. Surat ke-7, 19, dan 38 diawali huruf ‘Shod’. Total jumlah huruf ‘Shod’ dalam ketiga surat tersebut ternyata merupakan kelipatan 19.

Surat ke ‘Shod’
7 97
19 26
38 29 +
= 152 (19 X 8 )

Ada hal yang menarik, yakni pada surat ke-7 ayat 69 ditemukan kata ‘basthatan’ (jika dieja terdiri dari huruf ba’, shod, tho’, ta’).

Padahal lazimnya kata tersebut haruslah dieja dengan huruf ba’, sin, tho’, ta’ (contohnya pada surat ke-2 ayat 247).

Menurut riwayat, pada saat turun-nya ayat 69 tersebut Jibril menyuruh Nabi Muhammad menuliskan kata ‘basthatan’ dengan huruf

shod,

namun unsur huruf ‘shod’ itu tetap harus dibaca sebagai huruf

‘sin’,

dan hal ini ditandai dengan huruf sin tersebut ditempatkan sebagai huruf kecil di atas huruf ‘shod’.

Tampak sekali bahwa Allah memberi tambahan huruf ‘shod’ agar jumlahnya dalam Quran menjadi berkelipatan 19,
sebab jika tidak maka jumlahnya berkurang menjadi 151.

Berikut terjemahan surat ke-7 ayat 69:

“Apakah kamu (tidak percaya) dan heran ketika datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu?
Dan ingatlah ketika Allah menjadikan kamu sebagai angkatan pengganti sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah ‘melebihkan’ kekuatan tubuh dan perawakanmu.”

26. Surat ke-40 s/d ke-46 diawali huruf ‘Kha’ dan Mim. Setelah diteliti jumlah total kedua huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.

urat ke ‘Kha ’Mim
40 64 380
41 48 276
42 53 300
43 44 324
44 16 150
45 31 200
46 36 225
=292 + 1855 = 2147 (atau 19 X 113)

27. Surat ke-10, 11, 12, 14, dan 15 diawali huruf

‘Alif’, ‘Lam’, dan ‘Ro’.

Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.

Surat ke: ‘Alif’ ‘Lam’ ‘Ro’ total kelipatan 19
10 1319 + 913 + 257 = 2489 19 x 131
11 1370 + 794 + 325 = 2489 19 x 131
12 1306 + 812 + 257 = 2375 19 x 125
14 585 + 452 + 160 = 1197 19 x 63
15 493 + 323 + 96 = 912 19 x 48

28. Surat ke-2, 3, 29, 30, 31, dan 32 diawali huruf ‘Alif’, ‘Lam’, dan ‘Mim’. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.

Surat ke: ‘Alif’ ‘Lam’ ‘Ro’ total kelipatan19
2 4502 + 3202 + 2195 = 9899 19 x 521
3 2521 + 1892 + 1249 = 5662 19 x 298
29 774 + 554 + 344 = 1672 19 x 88
30 544 + 393 + 317 = 1254 19 x 66
31 347 + 297 + 173 = 817 19 x 43
32 257 + 155 + 158 = 570 19 x 30

29. Surat ke-19 diawali huruf kaf, ha’, ya’, ain dan shod. Surat ke-20 diawali huruf tho’ dan ha’. Surat ke-26 diawali huruf tho’, sin, dan mim. Surat ke-27 diawali huruf tho’ dan sin Surat ke-28 diawali huruf tho’, sin, dan mim. Maka perhatikanlah hubungan yang sangat menarik berikut ini :

Surat ke: ‘Ha’ ‘Tho’ ‘Sin’ Mim
19 175 — — —
20 251 28 — —
26 — 33 94 484
27 — 27 94 —
28 — 19 102 460
426 + 107 + 290 + 944 = 1767 (19×93)

Data pada point 29 di atas dapat dijelaskan dalam Ilmu Matematika. Kumpulan huruf-huruf yang memulai kelima surat di atas adalah himpunan yang anggota-anggotanya adalah huruf-huruf yang bersangkutan.

Pada kolom pertama adalah irisan himpunan 1 dan 2 yang adalah huruf ‘Ha’ pada surat ke-19 dan 20; yaitu 175+251=426.

Pada kolom kedua adalah 28+33+27+19 yang merupakan irisan empat himpunan; yaitu

himpunan 1 iris,
himpunan 2 iris,
himpunan 3 iris,
himpunan 4 iris,
himpunan 5 iris;

yang adalah himpunan dengan anggota huruf Tho’.

Lebih lanjut kolom ketiga adalah irisan himpunan 3 dan 5 dikurangi himpunan 4;
yaitu himpunan dengan anggota huruf ‘Mim’.

Hal di atas ini merupakan suatu kenyataan bahwa Quran perlu dilihat dengan kaca mata orang-orang eksak, karena tak mungkin diungkap oleh seorang sastrawan.

Lebih jauh tentang keistimewaan Angka 19 :

1. Keistimewaan angka 19 dalam ilmu matematik dikenal sebagai salah satu]

” Bilangan Prima ( Prime Number ) ”

yakni bilangan yang tak habis dibagi dengan bilangan manapun kecuali dengan dirinya sendiri.

Keistimewaan tersebut melambangkan bahwa sifat-Nya yang serba

MAHA

tidak dibagikan kepada siapapun juga kecuali bagi diri-Nya sendiri (Surat ke-112 ayat 3).

2. Angka 19 terdiri dari angka 1 dan 9, dimana angka 1 merupakan bilangan pokok pertama dan angka 9 merupakan bilangan pokok terakhir dalam sistem perhitungan kita.

Keistimewaan tersebut menunjukkan sifat Allah yakni

‘Maha Awal dan Maha Akhir’

(Surat ke-57 ayat : 3) atau Alfa – Omega.

3. Angka 1 melambangkan sifat-Nya yang ‘Maha Esa’ (surat ke-112 ayat 1), sedangkan angka 9 sebagai bilangan pokok terbesar melambangkan salah satu sifatnya yang ke-38 yaitu

‘Maha Besar’.

4. Dalam Kalender Tahun Komariyah (Sistem Peredaran Bulan), terjadinya Tahun Kabisat terjadi pada setiap 19 tahun sekali.

5. Dalam buku “Atlas Anatomi” yang disusun oleh Prof. Dr. Chr. P. Raven dapat diketahui bahwa sebagian dari kerangka manusia yaitu :

– tulang leher ada 7 ruas,

tulang punggung ada 12 ruas,

jadi jumlahnya 19 ruas.

Menurut para biolog, ke-19 ruas tulang tersebut mempunyai peranan yang sangat penting bagi setiap manusia karena didalamnya terdapat sumsum yang merupakan lanjutan dari otak, dengan saraf-saraf yang menuju keseluruh bagian tubuh.

Adanya gangguan pada ruas tersebut maka seluruh tubuh akan kehilangan kekuatan.

6. Pada point 5, juga ditemukan hal yang menarik, alat-alat tubuh manusia seperti tangan dan kaki sangatlah penting fungsinya bagi kehidupan kita.

Bila diteliti ternyata terdapat 19 ruas tulang pada masing-masing tapak tangan/kaki (dengan mengecualikan ruas-ruas pergelangan tangan).

Dan tahukah anda, bila bentuk tapak tangan/ kaki kita menyerupai bentuk kata Allah (dalam Bahasa Arab)?

Bahwa angka 19 adalah kode matematik yang melatarbelakangi komposisi literer Quran, suatu fenomena unik yang tiada duanya yang sekaligus membuktikan bahwa Quran adalah wahyu Illahi, bukan karya manusia.

Otak manusia tidak akan mampu mencipta karya literer yang tunduk pada suatu kode matematik yang sekaligus membawa tema utamanya.

Apalagi mengingat turunnya wahyu secara berangsur-angsur, dengan bahagian-bahagian surat yang acak tidak berurutan, disesuaikan dengan peristiwa-peristiwa yang melatar- belakanginya.

Selanjutnya angka 19 dapat berfungsi sebagai pemeliharaan keutuhan Quran.

Angka 19 dapat digunakan untuk mencek apakah dalam sebuah kitab Quran terdapat suatu kesalahan atau tidak, dengan cara menghitung kata-kata krusial yang jumlahnya dalam Quran multiplikatif dengan angka 19, kemudian membagi angka hasil hitungan dengan 19, maka akan terlacaklah ada atau tidaknya suatu kesalahan.

Demikianlah seluruh isi Quran seutuhnya akan tetap asli hingga di-khir zaman karena telah disegel oleh-Nya dengan angka 19 yang merupakan lambang identitas-Nya.

Wallahu a’lam bissawab.

Sebagai bahan renungan dicuplik-kan beberapa ayat di bawah ini:

Surat ke-15 ayat 9:

“Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al Quran dan Kami pulalah yang tetap menjaganya.”

Surat ke 41 ayat 42:

“Yang tidak datang kepadanya (Quran) kesalahan/kekeliruan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi MahaTerpuji.”

Surat ke-86 ayat-13

“Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman-Nya yang membedakan antara yang benar dengan yang salah.”

Surat ke-18 ayat 27:

“Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu yaitu Kitab Tuhanmu (Quran). Tidak ada seorangpun yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari pada-Nya.”

When told about the mathematical miracle of the Quran and how it is related to number 19 , many people ask :

Why 19?!

If it was 17 or 21, they would have asked the same question,

WHY 21 ? or

Why 17 ?.

But of course there is more than one reason for that choice.

Number 19 as we know by now is mentioned in the Quran in Sura 74 verse 30.

God even told us the significance of this number in 74:31.

The student of the scriptures will find enough evidence that the mathematical code, based on number 19, was used for the previous scripture as well. See: Short history and review of the Mathematical Miracle of the Quran.

Since distortion changed the whole face of the old scripture we were left only with the Quran as the only preserved word of God. It is God’s choice for this to happen. Even the universe at large bears this divine mark. The number 19 can be looked upon as the Almighty Creator’s signature on everything He created.

The number 19 possesses unique mathematical properties, for example:

1-It is a prime number , only divides by itself and one.

2-It encompasses the first numeral (1) and the last numeral (9), as if to proclaim God’s attribute in 57:3 as the

“Alpha and the Omega”.

3-Its {numerals} look the same in all languages in the world.
The numerals (1) and (9) look very much the same in , for example Arabic and English.

4-It possesses many peculiar mathematical properties.
For example, 19 is the sum of the first powers of 9 and 10, and the difference between the second powers of 9 and 10.

5-Number 19 is the numerical value of the word

“ONE”

in all the scriptural languages, Aramaic, Hebrew, and Arabic.

The number 19, therefore proclaims the First commandment in all the scriptures: that there is only

ONE GOD.

The word

“ONE”

“Wahid”

in reference to God, in the Quran, is used 19 times.

Is it a co-incidence?

The number 19 itself has no power and has no holiness, and can lead you no where.

It is the Miracle that is based on this number that has the significance.

This significance is explained clearly by God Almighty Himself in 74:30-31.

74:30-31 states the following

“Over it is nineteen.”

” We appointed angels to be guardians of Hell, and we assigned THEIR NUMBER (i.e.19)

(1) to disturb the disbelievers.

(2) to convince the Christians and Jews (that this is a divine scripture),

(3) to strengthen the faith of the faithful,

(4)to remove all traces of doubt from the hearts of Christians, Jews, as well as the believers, and

(5) to expose those who harbor doubt in their hearts, and the disbelievers; they will say,

” What did God mean by this allegory ?”

God thus sends astray whomever He wills, and guides whomever He wills, None knows the soldiers of your Lord except He.

THIS IS A REMINDER FOR THE PEOPLE.” 74:30-31

The number 19 is unique in possessing the following collective mathematical properties, for example:

1-It is a prime number, devisable only by itself and one.

2-It encompasses the first numeral (1) and the last numeral (9), as if to proclaim God’s attribute in 57:3 as the

“Alpha and the Omega”.

3-Its numerals look the same in all languages in the world. The numerals (1) and (9) look very much the same in, for example Arabic and English.

4-19 is the sum of the first powers of 9 and 10, and the difference between the second powers of 10 and 9.

5-Number 19 is the numerical value of the word

“ONE”

in all the scriptural languages, Aramaic, Hebrew, and Arabic.

The number 19, therefore proclaims the First commandment in all the scriptures: that there is only ONE GOD.

Sumber : http://submission.org/miracle/why19.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s