” Bukan Pendeta “

Dua orang Le-laki yang rada BeNTO sedang mengendarai mobilnya ketika tiba-tiba saja, gak tau kenapa, mobil-nya mogok tepat di-depan sebuah pom bensin biara tua.

Hari sudah gelap banget dan biara itu berada di-sebuah pegu-nungan tinggi yang sangat dingin.

Eng-ing-eng…. Dua Le-laki itu clingak clinguk kebingungan tapi akhirnya memutuskan masuk ke-biara untuk meminta pertolongan. Lalu diketuk-nya pintu biara keras-keras …tok…tok…tok toktok, dan salah seorang dari mereka lalu ber-kata kepada para pendeta yang membukakan pintu,

” Maaf ….permisi, maaf….mobil kami mogok, dan maaf….hari sudah malam, maaf…apa-kah saya berdua boleh …maaf…nginep disini satu malam saja

Para pendeta itu dengan senyum ramah menyambutnya dengan hangat, ( nama-nya juga pendeta, orang suci…)

” Oh tentu saja boleh dong….”, sembari menyediakan makanan, minuman dan cemilan komplit banget deh pokok-nya, bahkan memperbaiki mobi-nya segala.

Gile bener…kurang apalagi-kah

Ketika si-dua lelaki itu sudah hampir tertidur, tiba-tiba terdengar suara2 yang rada-rada aneh bin ajaib. Suara apakah gerangan yang terdengar disana?.

Eng-ing-eng

Keesokan pagi-nya salah seorang BENTO itu penasarana dan bertanya kepada para pendeta mengenai suara aneh yang didengar-nya semalam. Tetapi mereka, para pendeta berkata,

” Maaf kami tidak dapat memberitahukan anda, sebab anda bukan pendeta. It’s a heavenly secret….”.

Si-dua Le-laki BENTO-Hoka-hoka agak kecewa, tapi bagaimana-pun juga mereka tetap harus tau diri dan berterima kasih dan kembali meneruskan perjalanan-nya yang masih jauh banget.

Beberapa tahun kemudian, dua le-laki yang sama mengalami kejadian yang sama persis dengan kejadian yang pernah mereka alami, kendaraan-nya mogok lagi persis banget di-depan biara tua yang sama. Sama-sama tua sama-sama tau.

Sejarah berulang kembali rupa-nya. Jadi ANDA jangan pernah sekali-kali meninggalkan dan melupakan sejarah. Tidak ada sesuatu yang ke-betulan di-dunia ini. Daun jatuh dari pohon aja, itu atas izin-NYA. Semua sudah DIA-atur. Semua sudah diatur.

History will repeat itself.

Apa hubungan-nya ya ?. BENTO

Para pendeta yg sama kembali menyambut-nya dengan sangat ramah, menyediakan makanan, minuman dan cemilan komplit dan memperbaiki mobil-nya segala. Nikmat apalagi yang masih kurang. Kurang apalagi

Ketika salah seorang dari dua le-laki Bento itu hampir tertidur, salah seorang dari mereka kembali mendengar suara aneh bin ajaib yang sama seperti yang pernah di-dengarnya beberapa tahun lalu.

” Aneh nih…gawat nih….gimana nih…”

Pikir-nya, gumam-nya.

Maka keesokan paginya lelaki itu kembali bertanya pada para pendeta dan kembali pula pendeta-pendeta itu berkata,

” Sorry….maaf kami tidak dapat memberitahukan anda, sebab anda bukan pendeta ”

,….masuk-lah ke-dalam kamar-mu, tutup-lah pintu dan berdoa-lah kepada Bapa-mu yang tersembunyi, sangat jelas bagi orang2 yang sudah Ma’rifat bahwa untuk menemui “Bapa”nya harus-lah menutup pintu2 nafsu-nya dan menemui Bapa-nya yang tersembunyi…

Salah seorang dari lelaki Hoka-Bento-Bento ini benar-benar menjadi sangat-sangat penasaran, lalu dia menjawab, 

” Okey ….okey saya sudah tidak tahan lagi, kalau satu-satu-nya cara untuk tahu suara apa yang saya dengar itu adalah dengan menjadi pendeta, maka baik-lah, tolong dong beritahu saya ba-gaimana cara-nya untuk bisa menjadi pendeta!

Salah seorang Pendeta menjawab

” Kamu harus jalan-jalan berkeliling dunia dan sekembali-nya, kamu harus bisa memberitahu kami berapa persis-nya jumlah daun dan jumlah butiran pasir di-bumi ini, jika kamu sudah berhasil mendapatkan jumlah itu, maka kamu akan secara OTOMATIS menjadi pendeta, seperti kami-kami disini….Gimana ?.”

Maka salah seorang dari le-laki itu meng-angguk2-kan kepala-nya tanda setuju dan kemudian melaksanakan tugas-nya, setelah empat puluh lima tahun kemudian, dia kembali dan mengetuk pintu biara, lalu berkata, 

” Kami berdua sudah berkeliling dunia dan telah menghitung sepanjang perjalanan kami, kami juga terus bertanya kesana-sini kepada setiap orang yang kami jumpai, bahwa ternyata terdapat 145.236.284.232 helai daun dan 231.281.219.999.129.382 butir pasir di-bumi ini

Selamat, kamu sekarang adalah seorang pendeta, oleh karena itu kami akan menunjuk-kan pada kamu jalan menuju suara yang kamu dengar dahulu

Para pendeta membimbing lelaki itu ke-sebuah pintu kayu, lalu pimpinan pendeta ber-kata,

“Suara itu berasal persis di-balik pintu ini.”

Si lelaki meraih pegangan pintu, namun ternyata pintu itu terkunci, lalu dia berkata,

“Ini lucu, tapi saya lagi tidak ingin bercanda, tolong berikan saya kuncinya.”

Pemimpin pendeta memberikan kunci, lalu lelaki itu membuka pintu. Dibalik pintu kayu ter-nyata ada pintu lain ( 7 pintu surga..barangkali ), sebuah pintu batu, kembali si-lelaki meminta kunci, pendeta memberikan kunci, dan si-lelaki membuka pintu, dan ternyata di-balik pintu batu, masih ada pintu yang lain, sebuah pintu dari emas, kembali si-lelaki meminta kunci, mem-buka pintu, lalu menemukan pintu yang lain, yaitu yang terbuat dari perak, begitu terus2an yang terjadi, pintu dari permata, pintu dari perunggu, pintu tembaga….hingga akhir-nya para pendeta berkata,

“Ini adalah kunci terakhir untuk pintu yang terakhirce”

Lelaki itu akhir-nya lega banget setelah capek dengan penantian panjang. Di-buka-nya pintu terakhir yang ter-buat dari tanah liat, menyentuh pegangan pintu dan terpana luar biasa begitu melihat sumber suara yang telah membuat-nya penasaran bertahun-tahun.

Tahukan anda sumber suara tersebut ???, dengan sangat terpaksa saya tidak dapat mengata-kan pada Anda, karena anda bukan seorang pendeta!…he-he-he🙂. 

” Sorry….maaf kami tidak dapat memberitahukan anda, sebab anda bukan pendeta

…masuk-lah ke-dalam kamar-mu, tutup-lah pintu dan berdoa-lah kepada Bapa-mu yang tersembunyi

sangat jelas bagi orang2 yang sudah Ma’rifat bahwa untuk menemui “Bapa”nya harus-lah menutup pintu2 nafsu-nya dan menemui Bapa-nya yang tersembunyi…

Sorry ya….pye-pye. See You Soon.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s