” AteiS “

Konon kabar-nya, pada suatu pagi (hari libur) yang cerah, seorang ATEIS, orang yang tidak percaya akan ada-nya TUHAN terlihat sedang asyik banget mancing, dengan perahu kecil-nya, di-sebuah danau besar di-Great Britania Raya.

Pemandangan alam disana sungguh sangat luar biasa indah-nya dan suasana-nya-pun amat sangat mendukung untuk kegiatan pancing memancing.   Tenang dan damai. Nyaman sekali-lah pokok-nya. Akan tetapi sangat di-sayang-kan bahwa tiba-tiba saja disana/disitu muncul seekor monster raksasa yang ”hiiiiyy serem” deh, gak tau apa nama-nya, yang tanpa diplomasi dan tanpa basa-basi langsung menyerang dengan menjungkir balik-kan perahu kecil yang malang itu beserta segala isi-nya. Semua-nya langsung tumpah ruah tenggelam perlahan-lahan di-telan oleh air danau yang dalam dan dingin.  

Tindakan ini sungguh sangat semena-mena dan tanpa peri kemanusia-an sama sekali.

Tanpa tanya jawab. Tanpa early warning maupun travel warning.

Hal ini sungguh-sungguh keterlaluan dan benar-benar merupakan suatu pelecehan terhadap ke-manusia-an yang sangat-sangat serius banget. Tidak masuk akal. Ya sungguh-sungguh suatu pelanggaran HAM berat yang tidak bisa di-maaf-kan begitu saja.Gawat !. 
Singkat cerita, sang monster tadi membuka mulut-nya lebar-lebar dan bersiap-siap untuk melumat-kan perahu kecil serta semua tetek bengek yang ada di-sekitar-nya. Gigi-nya gemerutuk dan terlihat jelas, sangat kuning-kuning, besar2 dan tajam sekali. Itu pertanda bahwa beliau pasti tidak pernah mengenal pepsoden atau pasta gigi merek lain yang tidak perlu disebut namanya disini satu persatu. Bau-nya jangan di-tanya.
 

Sang ateis-pun merinding bulu kuduk-nya, tentu saja.  “ Oh TUHAN tolongin saya. Help me…..”.

Begitu kata-nya. 

Dari balik awan nunjauh tinggi diatas sana terdengar suara menggelegar tapi syahdu enggak nakutin orang :  “ Oh…oh….oh anak-ku tersayang, Aku kira kamu tidak percaya akan ada-nya TUHAN ? ”. 

“ Tadi-nya memang begitu TUHAN, tetapi saya ketakutan dan juga kedinginan mana ikan belum dapet barang se-ekor-pun..

God, come on, give me a break! “. TUHAN diam saja tidak omong banyak, tidak cerewet kayak kita-kita orang, BELIAU hanya tersenyum sedikit saja. Aduh manis sekali. Ganteng banget. Oh…oh…oh. Hm..hmm…hmmm. Dag-dig-dug jantung-pun berdegup. 

“ TUHAN tau enggak, tadi-nya saya juga enggak percaya bahwa ada monster di-danau ini…..“  ” Well,” kata TUHAN dalam bahasa Inggris campur bahasa Indonesia. Bahasa apa-pun TUHAN bisa kalo DIA mau. Lancar dan fasih sekali. Pasti dong……!. Gimana sih lu. Jangan suka ander-estimeit dong. “ Sekarang kamu percaya bahwa TUHAN itu ada, kan ?.

AKU tidak akan membuat MUKJIZAT supaya kamu tidak dikunyah oleh monster itu hidup-hidup.

Tetapi AKU akan merubah hati. Ya hati siapa-pun yang mau di-ubah dan mau berubah…..

Jadi  apa yang harus AKU lakukan  terhadap diri-mu, selain  yang sudah AKU katakan sebelum-nya ? “.  Sang ateis-pun berpikir sejenak dan berdoa untuk pertama kali dalam sejarah hidup-nya. Suara-nya bergetar dan memelas banget, ” TUHAN tolong agar monster itu juga percaya akan ada-nya TUHAN, sama seperti saya, gimana ?.

Sehingga akhir-nya dia gak jadi titik-titik…, gak usah saya omongin lagi, TUHAN pasti tau-lah apa yang saya mau-in. Iya kan ?”  TUHAN kemudian bilang begini : 

” Kalau itu memang kehendak-mu maka JADI-LAH……” Perlahan-lahan tapi pasti, istilah keren-nya Slow But Sure, bahasa Jawa-nya, alon-alon waton kelakon, si-monster yang dari tadi sudah mangap membuka mulut-nya lebar-lebar (pegel juga kan), akhir-nya dia langsung menutup mulut-nya sendiri (mingkem).

Memang dari pagi dia (monster) bener-bener belom sarapan, tentu saja dia lapar, dia ngiler dong. Karena-nya tanpa mikir barang sedikit-pun (EGP) , nama-nya juga monster, si-ateis dan perahu kecil-nya dll yang ada di-sekitar situ lalu di-ANU-in oleh si-monster. Di-apain deh. Pokok-nya gue gak brani ngeliat….tau2 yang ada tinggal suara krecek-krecek, kreot2. Terus dia ngomong begini : 

 ” Oh TUHAN saya-monster, mulai hari ini, mulai saat in dst, saya per-caya akan ada-nya TUHAN dan dalam kesempatan yang berbahagia ini saya juga pingin banget meng-ucap-kan thank you very much atas sarapan pagi yang enak sekali. Terima kasih TUHAN. GBU…” Tiba-tiba si-Ateis-pun terbangun dari tempat tidur-nya. Tempat tidur istri-nya yang nomer berapa, dia lupa, dia gak inget….antara sadar dan gak sadar  (alpha state) dia bangun pelan-pelan sambil mengusap-usap kelopak mata-nya dengan kedua belah telapak tangan-nya. 

” Oh ternyata badan-ku masih utuh, belum terbelah, belum tercabik-cabik, masih okey seperti yang dulu.

Rupa-nya tanpa kusadari – Aku sering berpasangka buruk terhadap siapa saja, negatif tinking.


Oh TUHAN aku percaya bahwa ENGKAU ada dan ENGKAU maha pengasih sekaligus maha penyayang.

Terima kasih atas cobaan yang ku-ala-mi melalui mimpi yang hiiiy serem-serem, tetapi aku sungguh berbahagia banget sekarang ini. Sumpah! ”.

Sumber :  http://www.funs.co.uk

One response to “” AteiS “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s