SAQ JaiLani dan Tarekat Qadariah

Pada SUATU hari, ketika sedang berada di-belantara padang-pasir, lelah, lapar dan haus kompak bersatu-padu tanpa malu2 keroyokan menggerayangi hampir seluruh bagian dari tubuhnya.

Tubuh Syekh Abdul Qadir -Jailani, terutama pada bagian diatas puser yaitu tepatnya pada perut dan kerongkongan-nya. Perutnya lapar dan tenggorokan-nya kering.

Disana pada saat itu sama sekali tidak ada makanan yang dapat ia santap.

No nothing !

Jailanipun duduk bersimpuh seorang diri, terbengong-bengong. Bingung..

”what should I do now “, katanya membathin dalam bahasa Arab yang sangat fasih dengan logat Iraq. Tentu saja.

Tak lama kemudian awan menggumpal bergerombol jalan beriring-iringan sambil berjinjit-jinjit nun jauh tinggi diatas sana diangkasa. Tanpa basa-basi dan tanpa permisi, Ujuk-ujug hujanpun turun gede banget, grujug-grujug, disertai dengan kilatan halilintar yang sambar menyambar. Brisik banget deh…

Ane jadi kaget banget deh gumam-nya.

Kemudian Jailani menuntaskan nafsu-haus-dahaganya dengan menenggak sebotol kecil Aqua – rasa strawberry,
Uh Gila….Enaak banget ! – yang entah dari mana datangnya.

Jangan2 ada juga pedagang kaki lima dari Sumbar yg jeli eh… nekat jualan disana.

Tetapi laparnya kian menjadi-jadi, perutnya dangdutan bin keroncongan gak ketulungan. Bayangin aja gak ada makanan barang sedikitpun yang bisa dia makan.

Kasian deh dianya.

Mana sepi lagi…gak ada tukang jualan yang lewat,. kecuali cuma yg jualan Aqua. Boro2. Orang2 Timur-Tengah kan pelit2 ga suka jajan. Kalaupun jajan juga cuma sedikit, bayarnya pake Credit-Card lagi. Nyusah2-in orang aja !.

Eh tau-tau tanpa diduga entah bagaimana awal-mulanya tiba-tiba muncul sesosok tubuh yang bentuknya gak jelas apa-an itu, berkilauan terang-benderang diangkasa, berseru keras padanya:

” Hey Lani….Akulah Tuhan-mu. Kini kuhalalkan bagimu apapun yang haram.”

Jailani tertegun, kok aneh sekali ya. Pasti ada yang gak beres nih. Beliau gak mau percaya begitu aja dong. Kemudian segera, dengan yakin dan percaya ia mengucap ta’audz,

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Tiba-tiba sosok bercahaya itu pudar, mengecil dan kemudian hilang perlahan-lahan. Sayup-sayup hanya suaranya saja yang terdengar.

” Dengan ilmumu dan rahmat Allah, engkau selamat dari tipuanku, he-he-he….”

” Hey Lani, dari mana Ente tau, bahwa ane ini setan yang menggodamu? ”

tanya SETAN itu keheranan campur penasaran. Uh ternyata SETAN bisa juga keheranan. Kayak orang aja ya.

” Pernyataan-mu menghalalkan yang haramlah yang membuatku tau bahwa engkaulah SETAN. Gak mungkin dong Allah akan mengucapkan kalimat seperti itu,”

jelas Jailani mantab.

Suara setan itu kemudian lenyap, seperti suara guruh yang padam.

Tetapi, godaan dari setan tidak hanya itu-itu aja, namanya juga setan yang jelas-jelas sangat profesional dan sangat mencintai pekerjaan-nya, goda-menggoda, ganggu-mengganggu, bujuk-membujuk, rayu-merayu kearah yang kurang senonoh dimuka bumi kita, bumi manusia, dialah ahlinya.

Dihari-hari dan tahun-tahun yang berbeda, sosok yang itu-itu juga, yang masih saja belom bosen-bosen mendatanginya, datang lagi, kangen nih yee, dari segala penjuru angkasa raya.

“Jailani, aku ini Jibril,”

seru suara SETAN itu, serius banget di-bikin2 supaya mirip suara Jibril.

“Bersama-ku kini ada buroq, dan bersegeralah engkau menungganginya, karena Allah Tuhan-mu, telah menunggu di-Sidratul Munthaha.”

” Engkaulah sesungguhnya iblis yang terkutuk. Tak akan mungkin aku tertipu. Jibril dan buroq tak akan mungkin turun kedunia bagi selain Muhammad,”

sahut Jailani tegas, singkat dan padat penuh arti.

“Hebat banget kau Jailani ya !!! Keleluasaan ilmu-mu telah menyelamatkan dirimu.”

“Tidak. Enyahlah kau SETAN!!! Rahmat Allahlah yang sesungguhnya menjadi pelindungku.”

kata Jailani serius.

Dua kisah mistis diatas, dipercaya oleh para pengikut tarekat Qadariah, memang menimpa Jailani. Dan dari dua peristiwa itu, terdapat perlambang kearifan yang luar biasa.

Peristiwa pertama mengaitkan perjuangan melawan kesulitan ekonomi, dan peristiwa kedua, perjuangan melawan kesombongan akan ilmu, saat seseorang mendaki kesadaran rohani tertinggi.

Dua hal ini, kesadaran akan kekuatan dan kecemasan akan kesenangan merupakan ke-lemahan terakhir yang mesti dienyahkan dari batin seorang pengikut jalan sufi. Dan Jailani menunjuk-kan bahwa ia mampu melewati dua titik itu tanpa kesulitan.

Mengutamakan kejujuran

Sayid Abu Muhammad Abdul Qadir dilahirkan di-Naif, Jailan, Iraq, dibulan Ramadhan 470 Hijrah, bertepatan dengan tahun 1077 Masehi. Ayahnya bernama Shahih, seorang pengikut mistik, masih keturunan Hadrat Imam Hasan, ra, cucu pertama Rasulullah SAW, putra sulung dari Imam Ali ra dengan Fatimah ra.

Ibunya adalah putri seorang aulia, Abdullah Saumai, yang juga masih keturunan Imam Husein ra, putra kedua Ali dan Fatimah. Maka, Jailani adalah seorang Hasani sekaligus Huseini, jalur darah yang terhubung langsung dengan Muhammad.

Jailani kecil lebih dikenal sebagai sosok yang pendiam, menerima, rajin bertafakkur, dan sering mengejar pengalaman mistik. Diusia 18 tahun, keleluasaan ilmunya telah membuatnya terkenal di-Baghdad, yang saat itu menjadi pusat ilmu dan peradaban.

Di-usia semuda itu pula, ia telah mendapat gelar Ghauts al-Azam.
Dalam terminologi sufi, gelar ghauts menduduki jenjang ruhani dan keistimewaan kedua dalam hal memohon ampunan dan ridha Allah sesudah permohonan para nabi.

Apa yang membuat Jailani mendapat gelar ini?

Saat ia akan berangkat ke-Baghdad, ibunya yang sudah men-janda, membekalinya 80 keping uang emas yang dijahitkan pada bagian dalam mantelnya, persis dibawah ketiaknya, sebagai bekal. Uang ini adalah warisan alm Ayahnya, yang dipersiapkan untuk meng-hadapi masa-masa sulit, bahasa sekarang TAHAPAN BCA-lah kira2.

Sebelum berangkat, ibu-nya berpesan singkat :

” Nak….jangan sekali-kali Ente pernah berbohong sepanjang hidup-Ente ya…”

Saat pedati yang ia tumpangi tiba di-Hamadan, segerombolan perampok menjarah kafilah itu. Tapi, Jailani luput dari perhatian, karena pakaian-nya yang sederhana. Sayang, sebelum pergi, seorang perampok, iseng-iseng menanyainya, apakah Jailani memiliki uang.

Jailani mengangguk.

“Ada 80 keping emas di-bagian dalam baju, yang dijahitkan ibu saya.”

Perampok itu terperanjat, dan membawa si-pemuda jujur ini kepada pemimpin-nya. Dan saat ditanya ulang, Jailani mengakui hal yang sama.

Bajunya pun digeledah dan dirogoh disana-sini, wuah….gede bener nih !!!.

Akhirnya ditemukanlah 80 keping uang emas itu.

“Mengapa kau tak berbohong?” tanya perampok itu.

“Akan sia-sialah perjalananku menuntut ilmu agama ini, jika kuawal-i dengan kebohongan,” sahut Jailani.

Mendengar jawaban itu tiba2 perampok yg sangat jelek dan jahat itu mendadak terjatuh dari kudanya, gedebuk. Tubuhnya gemetar, air matanya mengalir membasahi pipinya yang tembem. Ia bertobat, dan kelak tercatat, sebagai murid pertama Jailani.

Selama di-Baghdad, Jailani terkenal sebagai murid yang cerdas dan amat gemar bermusyahadah, mempertajam mata batin untuk dapat menyaksikan langsung keagungan Allah. Kegemaran-nya akan hal itu membuat Jailani berkenalan dan berguru dengan Hadhrat Hammad, sufi terbesar di zaman itu.

Setelah studinya kelar, ia makin keras beribadah. Al-Quran ia tamatkan perhari, dan ia acap-kali menyepi seorang diri, berpuasa setahun penuh, kecuali di-hari yang diharamkan.

Setelah tinggal di-Syustar, dan menyepi 11 tahun, nur-ilahi yang ia cari akhir-nya datang. Nafsu hewaninya telah pergi entah-kemana.

Setelah itu, karier kesufian-nya melesat, dan ia segera mem-peroleh pengikut yang luar biasa banyak-nya.

Tapi, ada satu hal yang aneh dari sufi mashyur ini, ia tak juga menikah. Pada mulanya Jailani takut, bahwa wanita akan membuatnya terpalingkan dari Allah.

Akan tetapi, di-usia 51 tahun, ia tak ingin lagi menunda tugasnya untuk menjalankan sunah nabi tersebut. Akhirnya Ia pun menikah di-tahun 521 Hijrah, dengan 4 wanita yg dikenalnya lewat friendster dot com jaman dulu, yang semuanya saleh dan amat taat padanya.

Dari ke-empat istrinya ini, Jailani di-karuniai 49 anak, 20 lelaki dan 29 putri. Putri-putranya tumbuh sebagai ulama-ulama besar, dan meneruskan ajaran Jailani. Ada 4 putranya yang tercatat sebagai pemikir dan sufi terbesar di-zaman itu.

Putra tertuanya, Syekh Abdul Wahab, adalah sufi termasyur, dan penerus sekolah Jailani.

Syekh Isa adalah seorang guru hadits yang amat terkenal, juga penyair dan khatib yang amat bagus.

Adiknya, Syekh Abdul Razaq lebih hebat lagi, dipercaya anak Jailani yang paling memiliki kecenderungan spiritual sekuat ayahnya, dan terakhir, Syekh Musa, adalah ulama terkenal di-Damakus.

Jailani wafat 11 Rabi’ul Akhir 561 H (1166 M), pada usia 91 tahun. Di-Pakistan, tanggal ini diperingati sebagai Giarwin Syarif, semacam pembacaan puja-puji untuk Jailani.

Selama hidup, tak terhingga karya-karya Jailani. Tapi, tarekat Qadariah, adalah warisan-nya yang paling terkenal di-dunia Islam.

Meskipun, ia masih mewariskan caatatan berupa nasihat dalam buku Futuh al-Ghaib, Fath al-Rabbani, berupa kumpulan 68 kotbah, dan qasidah, syair dengan bahasa estetik yang luar biasa.

Kini, tarekat Qadariah adalah tarekat yang terbesar di-dunia Islam. (Aulia Muhammad). @biz

7 responses to “SAQ JaiLani dan Tarekat Qadariah

  1. M.Zaini Amarullah

    Saya bukan mo memberikan komentar tetapi sepengetahuan saya mengapa kebanyakan alim ulama atau para sufi mempunyai banyak isteri ? Kenapa gak satu aja walaupun itu tidak dilarang oleh agama kata Tuhan. Apakah banyak isteri itu lebih baik dari pada punya satu isteri? Dalam alquran hanya di bolehkan asal adil tapi bila tidak bisa lebih baik satu saja. wallahu a’lam bissawab.

  2. di dalam perkahwinan tu terdapat banyak rahsia. carilah guru mursyid. insya allah, diberikan petunjuk.

  3. cari guru bererti berbaiat dgn gurukah..bgaimane nak tau ilmu guru itu dari rasulullah?

  4. KOMEN TENTANG ORANG ALIM MESTI YG BAIK JGN PERMAINKAN WALI ALLAH LAGI KETURUNAN RASULULLAH MUDAH MUDAHAN KITA MENDAPAT KEBERKATAN HIDUP DUNIA DAN AKHIRAT

  5. apakah qadariah di sini termasuk qadariah yang di fatwa mui sesat?

  6. kayak let ma keh kah pu ka pegah keu ulama pap ma keu asoe neuraka

  7. Alhamdulillah,,tambah sedikit sebyk ilmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s