” Kang-gUru Sejati “

Orang suci yang ganteng dan sangat rendah hati

Ada satu cerita bagus yang perlu di-baca, mengenai apa dan bagaimana sifat-sifat dan tingkah-laku Kang-Guru Sejati itu. Mau-kah kalian mendengar-kan-nya? (Hadirin: Ya,.ya. ya!)

Jika kalian ingin menjadi seorang guru, dengarkan-lah cerita ini baik-baik. Beginilah cara, metode dan rahasia-nya.

Pada zaman dahulu kala ada seorang lelaki-muda, bidang dada-nya, tegap, tinggi besar, ganteng, single pula, homo?.

Enggak dong !

Dia begitu suci-murni-nya. Sehingga karena saking ngganteng dan suci-nya maka para malaikat-pun kadang-kadang bahkan sering tergila-gila dan senang memuja-muji setiap kali bertemu muka dengan-nya.

Namun, terlepas dari kesucian dan kemurnian-nya yang sangat luar biasa itu, dia sama sekali tidak pernah menyadari bahwa dia itu adalah orang yang suci dan sangat agung.

Itu-lah masalah-nya.

Tingkah-laku-nya biasa-biasa saja, rendah hati dan sangat suka menolong sesama-nya. Tidak pernah berprasangka buruk barang sedikit-pun terhadap siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Kelihatan-nya dia pasti-lah suka minum Coca-Cola. Pasti-lah dia sudah Marifat. Marifat beneran.

Sifat-sifat-nya ibarat sekuntum bunga yang memancar-kan keharuman yang sangat menawan tanpa mengetahui sama sekali bahwa dia-lah sumber dari keharuman tersebut. Seperti matahari yang selalu menghambur-kan ke-hangatan cahaya, sehat dan indah tanpa pernah menghitung-hitung untung rugi-nya.

Bayangkan-lah jika, se-andai-nya dipungut bayaran untuk menikmati sinar-matahari, wah-wah-wah, sudah pasti kita-kita ini sudah bang-krut sejak lama. Ya sejak kita lahir. 

Begitulah lelaki itu ada-nya.

Kesucian-nya benar-benar tulus sehingga dia selalu menghormati dan menghargai orang lain seperti apa ada-nya. Tanpa di-buat-buat. Jujur, polos dan lugu. Bahkan terlalu tidak peduli dengan urusan orang lain. Dia tidak pernah melihat sesuatu yang istimewa dari sikap-nya ataupun cara-nya dia memandang orang lain.

Sifat-sifat-nya tersebut pasti-lah berasal dari lubuk hati-nya yang paling dalam dan dari kesucian batin-nya.

Pada suatu hari yang cerah, seorang malaikat (malaikat-kan bukan orang ?) yang sangat-sangat cantik jelita, wajah-nya bak super model, super movie star, yang sangat sering dan bolak-balik, sampai bosan, dapat Award-Oscar di-Holy-Land sana, datang menghampiri-nya dan berkata sambil tersenyum menawan hati, manis sekali, sangat sopan dan pelan sekali. Hampir-hampir tak terdengar, seperti setengah berbisik mesra, seolah-olah dia berkata pada sang kekasih Arjuna tercinta. Manja sekali, mendesah-desah, kemayu, aleman sekaligus mendayu-dayu.

” Mas, saya  ini  dikirim oleh BOSSS saya kesini. BOSSS bilang kepada saya. Begini kata-NYA”  :

” Apa-pun yang Dia ingin-kan pasti akan SAYA kabul-kan semua-nya,

jadi suruh-lah dia minta apa-saja sekarang kepada-KU melalui-mu malaikat-Ku “.

Lelaki suci ini diam saja tidak bicara sepatah kata-pun,cuek banget. Dia sangat lugu dan tidak tahu apa yang dia ingin-kan. Sang Malaikat Cuantik-pun menjadi kalang-kabut, panik dan ke-bingung-an sehingga harus mem-berikan  briefing, semacam ide atau gagasan kepada sang cowok ganteng.Malaikat :

” Mas..mas maukah Anda diberi hadiah penyembuhan, misal-nya ? ” 

sambil tersenyum manis sekali, sehingga lesung pipit terlihat semakin jelas di-kanan-kiri pipi-nya yang merah-jambu.

” Tidak…mbak, mbak Malaikat,. Tidak usah. Saya lebih suka kalau Tuhan saja yang langsung melakukan pe-nyembuh-an itu sendiri. ”

kata-nya tanpa berani menoleh barang sedikit-pun, apalagi beradu pandang pada sang malaikat cuantik. Ya, tentu saja, sudah pasti, dia salah tingkah. Yeah, lelaki yang sangat cerdik dan ngganteng banget. (Guru ketawa.)

Dia tidak ingin minta apa-apa. ?

Aneh… Dia bukan jenis pengemis jalanan. Pengemis gedongan kali ya…. gak doyan recehan.

Coba, seandai-nya anda yang ditanya. Pasti anda akan secepat kilat, segera, bilang apa yang anda ingin-kan, bukan-kah begitu?. Anda akan dengan cepat bilang seperti ini :

” Tuhan, masuk-kan-lah saya ke-dalam surga-Mu, dari-pada disini. Panas, sumpek dan amburadul.  Saya tidak perlu repot-repot rmeditasi, tahajud,istiqomah, tafakur,dzikir segala ………..”

Kemudain malaikat cantik itu-pun melanjut-kan pertanyaan-nya,

 ” Mas mau-kah Anda membawa kembali orang-orang yang ber-dosa ke-jalur kebajikan ?”

“Tidak, tidak, tidak mbak Malaikat ”  

Kata-nya sambil menunduk-kan wajah-ngganteng-nya, tanpa berani menatap wajah sang malaikat, walau-pun sekejap saja.(Guru ketawa.)

Lelaki lucu and a bit O’on ya…..

“Tidak, tidak, tidak dan tidak”,

kata-nya, Guru menirukan ucapan lelaki ganteng itu sambil tertawa geli sendiri, di-ikuti tawa murid-murid-nya berderai-derai.

“Bukan-kah untuk-ku harus menyentuh hati manusia. Itu adalah pekerjaan para malaikat. Pooh ! Jadi apa yang akan  di-lakukan-nya sih…?”.

Malaikat cantik-pun segera melanjutkan tugas-nya dengan sabar, dengan penuh hormat, dan mulai bertanya-tanya lagi : 

” Mas maukah Anda jadi contoh kebajikan, supaya banyak orang akan tertarik untuk meniru-Anda?”

” Tidak  mbak !, “

adalah jawaban keterkejutan lelaki  Edan (untuk ukuran kita) tersebut,

Untuk apa mbak ? Hal itu-kan nanti-nya akan menyebab-kan saya jadi pusat perhatian. Saya nggak mau jadi orang top ahh mbak , Saya malu…… ”.

Coba jika Anda jadi Dia,. Pasti akan berkata

“ Kita pacaran yuk mbak Malaikat ? mau enggak ?. Kalo mbak nolak Tuhan marah lho ! , terima aja ya mbak ! “.

Wow ! Pintar sekali dia. Itulah hal terburuk yang mungkin terjadi pada diri-nya, takut menjadi pusat perhatian, takut jadi terkenal. Yuck!  Saya heran. Bagaimana cara-nya lelaki ini bisa begitu pintar? Dia bahkan belum men-jadi pusat perhatian  tapi dia telah mengetahui-nya. Ya, saya seharus-nya mengetahui hal ini sebelum-nya.

” Kalau begitu apa yang Anda harap-kan sih Mas ? ”

tanya malaikat cantik setengah putus asa, patah-hati, kesel-dikit, tapi masih bisa tersenyum walaupun rada-rada kecut, sambil garu-garuk sayap-nya yang putih bersih bak salju pertama yang turun di-musim dingin yang menyentuh ujung-ujung daun pinus dan cemara.

” Saya hanya mengharap-kan karunia dari Tuhan kok, mbak ”,

jawaban-nya. ” Dengan memperoleh karunia dari Tuhan, semua keinginan-saya akan terpenuhi “.

Malaikat cantik tersebut berpikir sejenak dan ngomong sendiri dalam hati, sehingga, tentu saja tidak ada ma-laikat lain dan orang lain yang bisa dengar apa yang dia ucapkan :

Lelaki ini, terlepas dari kesucian-nya dan ke-gantengan-nya, dia adalah lelaki dungu bodoh o’on dan bento yang pernah saya temu-kan seumur hidup saya.. Edan-tenanan !  Tetapi kok aneh-nya hati-saya dag-dig-dug,keras sekali, setiap kali bertemu dengan-nya. Keringetan deh, make-up saya cadi luntur nih. Musti Nyalon dulu ah ! ”

kata-nya lirih, tetapi  masih dalam hati.

” Jangan-jangan saya jatuh cinta, kali.  Wah-wah-wah ini gawat, bahaya sekali melanggar hak azasi  malaikat.. Bisa-bisa nanti aku di-kirim ke- Al-Jahim,  Nera-Jaha ! Gak mau ah !.Kata orang, Nenek bilang itu ber-bahaya. Kata malaikat itu ok-ok aja ”.

Tiba-tiba terdengar suara Syaiton dengan kurang ajar-nya, membujuk dan menggoda sang Malaikat Cantik : 

” Kat, gak pa-pa kok, nama-nya juga jatuh cinta.Jatuh tapi enggak sakit ! Utara-kan aja cinta-mu sekarang !. Orang muda itu kan masih bujangan, belum pengalaman. Pasti dia Bento, O’on dan Lugu. Pegangin aja tangan-nya, cium kuping-nya pelan-pelan, bisikin kata-kata cinta. Tuhan juga enggak marah kok. Kayak DIA enggak pernah jatuh cinta aja !!!..Coba deh Kat. Janji lho, kalau enggak awas, saya kirim ke-Neraka baru tau lho.Gitu Aja Kok Repot !!! ”.

Omongan setan kali ini Ikut-ikutan pake istilah GAKR  segala, kayak orang aja lu.Setan terus aja nyerocos ngomong sendiri :

” Eh Kat tau nggak, manusia itu bodoh lho, harus-nya kan mereka rukun-rukun.Dulu kata pertama yang diajarin kepada Adam dan Hawa kan :

JANGAN ’.

Artinya ya jangan brantem, jangan berburuk sangka, jangan sombong, jangan iri, jangan gampang tersinggung dan jangan bikin ini-itu yang jahat2 kayak saya. Saya kan setan, yang brengsex2 kayak gitu-gitu. itu kan

is my business ”.

Konon kabar-nya hanya setan2 dan orang2 jahat yang tidak mungkin dapat bersatu….. Betul enggak-nya tanyakan saja pada manusia. Gimana ?”.

Mendegar bujuk-rayu-an setan yang rada panjang,Sang Malaikat Cuantik itu diam saja, tidak membalas. Dia hanya cengengesan, mesam mesem :

Oh kasihan….oh kasihan diri-ku ini ”,

dia lantas nyanyi sendirian,

” lagu Indonesia enak juga yah…”

katanya dalam hati. Walaupun malaikat omong dalam hati, Setan bisa dengar dan dia, setan menjawab : 

” Baru tau ya…Telmi juga lu Kat !.”.

” Maka-nya sering-sering dong datang ke-Indonesia, ajarin mereka, orang-orang disana spiritual. Disana-kan kata-nya banyak orang religius, tapi nyata-nya banyak orang brengsex.yang gampang banget saya kibulin. Dasar manusia, bodoh ya .

Dateng ya Kat bareng-bareng, kalo jalanan-nya macet kita goncengan naek Ojek juga gak pa-pa kok !!, murah ketimbang taksi, bisa ditawar lagi (setan-nya masih turunan Arab,Padang, Jewish-kali ya).

Saya mau ngada-in perlombaan nggoda-in orang2-Indonesia yang kata-nya,kata-orang, kata-setan, lagi krisis moral. Saya mau bikin acara seperti di-TV

” Setan Gentayangan Idol……”

Kemudian malaikat menjawab dalam hati lagi : 

” Ok deh Tan ! Entar kita bisa jalan bareng, Saya akan bela-in mati-mati-an manusia disana, tapi harus seizin BOSSS saya dulu. Saya akan bawa surga ke-bumi. Sehingga bumi akan jadi aman, tentram dan dame. Bang Dame di-bumi bang-Dame di-hati, hati yang suci Tuhan berkati.

Oh Gusti Allah Tersayang, tunjukan-lah mereka jalan yang lurus, jalan yang terang, jalan yang Engkau berkati. Jangan-lah Engkau sesat-kan hati mereka, setelah mereka Engkau beri petunjuk.

Ampunilah dosa2 dan kesalahan2 mereka smua selama-nya. Terutama yang satu itu…”

Kemudian malaikat cantik-pun berkata, kali ini tidak dalam hati :

” Mas, kamu tau nggak sih bahwa Tuhan itu nggak selalu menghadiah-kan kesenangan, dan Tuhan nggak pernah mengutus seorang malaikat kepada setiap orang sesering ini, tau nggak sih ?.  

Apalagi hanya untuk menghadiahi orang dengan ucapan terima kasih ”..  

Malaikat berkata lagi, dalam hati

” Kok bisa-bisa-nya ya ada orang kayak gitu, ngganteng …suci banget tapi juga bodoh banget?.

Gemes deh iih, pingin nyubit jadi-nya …” . 

Kemudian malaikat berkata betulan :

” Mas, Anda tau nggak sih, bahwa kehendak Tuhan itu harus dilaksanakan dengan segera, kalau enggak nanti saya yang akan di-marah-i lho !”.

” Sekarang, Mas Ngganteng harus menyampaikan satu permintaan saja, satu-harapan saja, atau Anda saya paksa untuk menerima-nya,

gimana ? ” (Semua orang ketawa).

Saya pikir Tuhan demokratis, bebas ada-nya, tetapi kok Beliau begitu diktator ya. Kita selalu berpikir Tuhan memberikan kita kebebasan, dan membiarkan kita melakukan apa saja yang kita kehendaki.

“ Apakah tidak betul demikian? “.

“ Bagaimana mungkin disini Beliau, “ TUHAN “  bertingkah-laku seperti seorang diktator dari suatu negara berkembang dunia ke-tiga ? ”.

Dia memaksa seseorang untuk menghendaki sesuatu. Itulah masalah-nya. (Tertawa) Baiklah. Lalu, lelaki ngganteng tersebut seperti-nya di-paksa untuk menerima sesuatu yang tidak pernah di-ingin-kan-nya. Dia harus mengikuti kehendak Tuhan. Sehingga, dia berkata,

” Baiklah, baiklah. Kalau begitu, saya harus minta satu harapan saja. Apa-pun kebaikan yang saya lakukan, jangan biarkan diri-saya sendiri mengetahui-nya.

Bagaimana mbak Malaikat ? ”.

Wow, begitu manis-nya!

Harapan Suci Guru

Saya ingat ketika pertama kali saya mengharapkan sesuatu. Saat itu saya belum memperoleh pencerahan, saya belum kenal apa itu

“ Enlightenment “.

Ketika saya pulang ke-Jerman, tempat tinggal saya bersama suami, saya membawa sebuah patung Buddha. Para guru Buddhis-ku mempercayai bahwa jika saya membawa pulang sendiri patung tsb, tanpa kehadiran seorang guru, seorang pelatih, seorang bhikshuni, maka patung tersebut bisa berbahaya, bisa dianggap tidak baik, pemali, ora elok.

Jadi, jika kalian mau menyembah patung Buddha, kalian harus meminta seorang bhikshu atau bhikshuni untuk memberkahi-nya untuk-mu terlebih dahulu. Bawalah patung itu ke-rumah-mu dan lakukan-lah upacara dengan bunga, dupa dan makanan sebagai acara ritual-nya. Ini hanya-lah upacara simbolis saja.

Lalu Anda harus me-nunduk-kan kepala Anda kepada Buddha, kemudian kepada guru sambil menyampaikan apa-pun yang anda ingin-kan. Jika keinginan Anda dikabulkan, maka semua dupa akan membentuk lingkaran seperti spiral dan tidak akan pernah jatuh ke-lantai.

Biasa-nya kalau dupa menyala, abu-nya akan jatuh seperti abu rokok. Tetapi apabila harapan Anda tulus dan diterima, maka seluruh dupa akan melingkar seperti spiral. Believe it or not.Kita membakar banyak sekali dupa, tidak hanya satu.

Itulah masalah-nya.

Saya tidak tahu mengapa Buddha harus menguji ketulusan hati seseorang sampai sedemikian rupa. Begitu banyak dupa dan setiap dupa tersebut harus melingkar seperti ini.

Oh, Tuhan ! Saya pikir, saya tidak mungkin dapat memperoleh-nya. Ha ! Lihat-lah semua dupa tersebut; dan saya selalu melihat abu dupa jatuh segera setelah terbakar. Jadi, saya hanya melakukan seperti apa yang  diberitahukan oleh para guru buddhis.

” Baiklah! Saya tidak peduli bahwa kehidupan manusia sangat menderita, karena itu maka kita harus melakukan banyak kebaikan agar kita dapat pahala dan agar kita dapat keluar dari kehidupan manusia yang sangat menderita ”. 

“ Saya tidak peduli kalau saya tinggal dalam kehidupan manusia karena hal tersebut tidak terlalu buruk untuk-saya. Sehingga, apa-pun kebaikan yang saya peroleh, harus-lah diberikan kepada orang yang paling mem-butuh-kan dan jangan biarkan diri saya sendiri mengetahui-nya ”

Itulah harapan saya. Lalu, semua dupa melingkar seperti ini (Guru tertawa, hadirin bertepuk tangan.). Saya berpikir bahwa guru saya telah membeli-kan dupa yang sangat istimewa untuk saya, pasti itu.

Dupa yang istimewa telah melingkar duluan, atau bukan dupa spiral, lidi dupa sangat lurus dan dupa tersebut harus-lah melingkar dengan sendiri-nya bersama-sama dengan abu-nya, tahu-kah Anda ? (Jawab: Ya!)

Begitu-lah cara-nya Buddha menguji kebhaktian seseorang. Saya berpikir bahwa ini adalah berkah dari guru-guru saya, mereka-para bhikshu dan bhikshuni adalah orang-orang yang sangat suci.. Karena berkah mereka-lah, maka, dupa tersebut tidak berani lurus atau jatuh tetapi hanya melingkar saja. Tadi-nya saya pikir mereka memiliki kekuatan sihir. Barangkali mereka para budhis itu ber-pikir,

” Oh, apa-pun yang Anda harap-kan pasti akan terkabul.”

Saya tidak berniat untuk memberitahu mereka apa yang saya harap-kan sewaktu saya sendirian berada di-dalam pagoda, saya hanya melakukan apa-apa yang mereka ajarkan, tidak ada yang lain. Jadi, hari ini saya menceritakan kepada kalian agar supaya kalian tahu bahwa saya ini adalah orang yang sangat baik. (Guru tertawa ha-ha-ha-ha-ha).

Baiklah, kalian harus mempercayai-nya. (Tepuk tangan) Tetapi setelah saya menceritakan hal ini kepada kalian saya tidak tahu apa-kah saya masih tetap jadi orang baik atau enggak ?.

Saya tidak tahu apakah saya harus menceritakan-nya lagi kepada kalian. Ini hanyalah suatu kebetulan saja. Ketika saya membaca ini, hal tersebut mengingatkan saya akan kejadian yang saya alami.
Pada saat itu saya masih belum kenal dengan Pencerahan, metode Quan-Yin. Saya hanya :

melafal sutra Buddhis, melafal mantra welas asih agung Buddhis dan melafal nama Bodhisattva Quan Yin dan Buddha Pengobatan.

Setiap hari, saya hanya sibuk membaca buku-buku tebal tersebut, pada hal saya tidak mengerti isi semua buku itu, paling-paling cuma setengah-nya…

Bayangan Orang Suci.

Jadi, kita semua setuju bahwa keinginan sang lelaki ganteng dan suci tersebut bisa dikabulkan. Sekarang, karena lelaki suci tersebut tidak ingin mengetahui apa-pun kebaikan yang pernah dilakukan-nya, maka Tuhan mengatur-nya sedemikian rupa sehingga bayangan-diri-nya akan menjadi suatu berkah yang sangat luar-biasa bagi setiap orang atau segala sesuatu, di-mana-pun bayangan tersebut berada. Lelaki tersebut tidak akan pernah mengetahui-nya karena dia terus-terusan melihat ke-depan.

Sehingga kemana-pun dia pergi bayangan-nya akan jatuh ke-tanah dan akan :

menyuburkan tanah; menyebabkan hujan turun dimana  hujan dibutuhkan, dan membuat matahari bersinar dimana tidak terdapat cukup matahari; menjadikan orang-orang tersembuhkan dari segala penyakit dan menyembuhkan kesengsaraan jiwa mereka; dan menjadikan kemakmuran ditempat tersebut.

Gunung-gunung menjadi hijau, mata air memancar terus ke-berbagai tempat. Banyak orang yang tadi-nya telah terpuruk dengan karma-nya dan keberuntungan jelek, sekarang mulai kelihatan lebih sehat dan lebih ber-pengharap-an. Habis gelap terbit-lah terang.

Itu-lah manfaat dari bayangan lelaki suci ini sesuai dengan kemauan Tuhan. Sementara itu, dia sendiri tidak tahu apa-apa mengenai hal ini; karena dia selalu melihat ke-depan dan melakukan apa yang memang seharus-nya dia lakukan.

Tiada Apa-pun Selain Tuhan

Dalam Sutra Intan, Sang Buddha menekankan lagi, lagi dan lagi bahwa tiada apa-pun yang dicapai, tiada terdapat Kebuddhaan yang di-wujud-kan. Hal ini bukan-lah karena kita tidak dapat menjadi suci, tetapi apa-pun yang suci itu adalah milik Tuhan, milik hakikat Buddha.

Jika kita telah mencapai kesederhanaan dan kita suci; maka, Kebuddhaan dan kekuasaan Tuhan akan mewujud-kan diri-nya secara berkesesuaian tanpa kita harus mengetahui-nya.

Bagaimana mungkin kita dapat menggunakan pikiran dari otak manusia yang serba terbatas, sangat terbatas untuk mengerti ketidak-terbatasan, keluasan hakekat Tuhan, atau hakekat Buddha ? 

Jika kita tau bahwa, kita adalah Buddha, atau kita mengetahui bahwa kita adalah suci atau kita mengetahui Tuhan maka, hal tersebut hanya-lah omongan saja, suatu cara pembicaraan saja, bukanlah suatu hal yang benar-benar demikian.

Tuhan dapat di-jabar-kan dan dapat diketahui oleh otak manusia maka itu bukan-lah Tuhan sejati, bukan-lah hakekat Buddha sejati. Hakekat Buddha adalah di-dalam dan di-luar kita. Tuhan ada di-dalam dan di-luar, di-surga dan di-bumi. Kita berenang di-dalam Tuhan, bernapas di-dalam Tuhan, makan di-dalam Tuhan, memiliki semua inti dalam Tuhan. Tiada yang lain selain Tuhan, di-sekeliling dan di-sekitar kita. Tidak-lah perlu mengatakan bahwa saya telah bersentuhan dengan Tuhan, saya sedang mencari Tuhan. Dia ada dimana-mana.

Sehingga, apabila kita merasa bahwa kita telah mencapai sesuatu, maka berhenti-lah berpikir sebentar dan ingat-lah cerita ini.

Jika kita ingin mengetahui seperti apa-kah seorang guru-sejati itu, maka ingat-lah cerita ini. Seorang Guru Tidak Pernah Tahu Bahwa Ia Suci. Seorang guru-sejati tidak pernah mengetahui bahwa ia suci, tidak peduli apa yang dilakukan-nya atau apa yang disukai-nya. Adakala-nya ia mengakui-nya, apakah untuk kebaikan seluruh makhluk hidup atau hanya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari murid-murid-nya yang setiap waktu bertanya tentang ke-Budha-an-nya. Sehingga, kemudian ia berkata, baiklah, baiklah, saya seorang Buddha, jadi apa, kemudian apa.

Sesuatu seperti itu. Hanya untuk menyenangkan hati murid-nya saja.Orang-orang sering-kali menghendaki Anda agar supaya Anda mengakui bahwa Anda adalah seseorang yang dia maksud-kan, seseorang yang dia kenal, yang dia tahu, agar supaya dia dapat terus-terusan berdebat dengan Anda. Persis seperti ketika Anda naik bis dan duduk di-sana dan seseorang yang duduk dekat dengan Anda atau duduk di-seberang Anda terus-terusan memperhati-kan dan berkata,

“Anda orang Amerika ya?. 

Lalu Anda berkata, 

” Bukan, saya bukan orang Amerika… “. 

Dia berkata, 

” Tetapi saya yakin sekali bahwa Anda ini orang Amerika, kan? ”. 

Lalu Anda menjawab, 

” Maaf ya  bu. Sama sekali bukan, bu “.

Lalu dia terus-terusan menatap tajam wajah Anda, kelihatan penasaran sambil berkata,

” Tetapi Anda kelihatan persis seperti orang Amerika deh. Ngaku aja !. Anda dapat mengatakan-nya kepada saya bahwa Anda memang benar-benar orang Amerika. Disini negara bebas koq, ngomong apa aja enggak bakalan ditangkep sama polisi atau tentara.”.

Karena capek dan bosan, hingga, akhir-nya, Anda menyerah, dan Anda berkata,

“Baik-lah, saya memang orang Amerika!”. (Guru ketawa.) 

Lalu, dia terus memperhati-kan Anda lagi, dan berkata,

Tapi…….., setelah dipikir-pikir, Anda tidak kelihatan seperti orang Amerika deh. (Guru dan hadirin ketawa.)

Ketika pertama kali saya keluar berceramah, dan harus berhubungan dengan otak manusia, saya terus menerus mengatakan tentang berkah-berkah dan kekuatan Buddha, Metode Quan Yin dan segala hal tentang Tuhan, sesuai permintaan mereka. Lalu, mereka merasa bahwa secara tidak langsung saya mem-beritahu-kan mereka bahwa saya adalah seorang Buddha. Saya berkata,

” Baik-lah, saya sungguh tidak mengetahui jika saya ini adalah seorang Buddha ”.Tetapi mereka berkata, ” Anda adalah Buddha. Anda harus menceritakan-nya kepada kami! ”.

Seperti Buddha Shakyamuni berkata,

Saya adalah Buddha. Saya adalah Tathagatha”,

Anda harus mengatakan hal yang sama.Dan mereka terus menekan saya dan setelah beberapa saat saya berkata,

” Baik-lah, saya adalah Buddha ”.

Sekarang, ketika saya ingat Sutra Intan dari Sang Buddha, bahwa apabila ada seseorang yang mengetahui ia adalah seorang Buddha, maka dia pasti-lah bukan seorang Buddha (Guru ketawa, hadirin bertepuk tangan.)

Kita tidak dapat menang. Jadi, kenali-lah diri-mu sendiri atau tidak perlu kenal diri-mu sama-sekali. Apa-pun yang Anda sukai, adalah baik ada-nya. Kita tidak dapat berdebat terus menerus dengan orang-orang “lunatic-memble” seperti itu. Manusia, otak mereka dibuat sedemikian rupa, hanya untuk membuat masalah dimana masalah sebenar-nya tidak ada, mereka hanya menanyakan suatu pertanyaan yang sebenar-nya tidak perlu di-pertanya-kan, dan tidak perlu jawaban.

 If you ask a stupid question, you will  get a stupid answer.Garbage in Garbage out (Gigo).

Masukin singkong keluar tape.Hal-hal seperti itu akan selalu sama, dimana-mana, dimana-saja. Apa yang kita lakukan hanya-lah untuk melakukan kesibukan kita sehari-hari, melakukan kemampuan kita yang terbaik sesuai dengan pengetahuan dan hati nurani kita tentang apa dan bagaimana seharus-nya seorang manusia yang baik itu harus bersikap dan bertingkah laku.

Apa yang harus kita lakukan dalam kehidupan ini adalah kewajiban kita, pekerjaan harian kita, lakukan-lah hal-hal yang kita rasakan baik, yang kita pikir harus kita lakukan dan hanya itu saja. Jika Tuhan senang dengan tingkah laku dan kemurnian hati kita, maka Dia akan memberikan hadiah apa-pun yang kita perlukan dan berguna untuk kemanusiaan melalui diri kita.

Tidak-lah perlu khawatir tentang tingkat pencapaian Anda, apakah Anda telah mencapai Kebuddhaan atau Anda telah pergi ke-tingkat sembilan ataukah belum. Saya masih di-tingkat lima, tetapi Anda telah ke-tingkat sembilan. Guru seharus-nya berada di-tingkat lima, tetapi ada sementara orang berpikir mereka ada di-tingkat sembilan.

Selamat ! Sebenar-nya agak terlalu jauh untuk kita, tetapi itu baik ada-nya jika ia senang pergi ke-sana.

Adalah Kuasa Tuhan Yang Melakukan Semua ini

Menurut cerita ini, sang lelaki suci dan ngganteng itu, sampai sekarang tidak mengetahui banyak mengenai hal-hal baik yang melekat pada diri dan bayangan-nya, karena orang-orang terpusat pada bayangan-nya sehingga mereka melupakan tentang lelaki tersebut. Sehingga harapan-nya,

apa-pun kebaikan yang telah dilakukan-nya jangan-lah ditujukan kepada-nya “,

telah menjadi kenyataan.Tuhan telah meng-anugerahi-nya harapan ini. Ini adalah persis seorang guru, menurut pengetahuan saya yang rendah ini. Jadi, jika kalian hendak menanyakan pada saya apa itu seorang guru-sejati, dia adalah seperti lelaki ini, tidak ada yang lain. (Tepuk tangan)

Jika kalian ingin mengetahui seperti apa seorang guru itu atau berterima kasih kepada guru untuk segala sesuatu, sebenar-nya tidak perlu, karena semua itu adalah kuasa Tuhan yang melakukan-nya. Tuhan yang telah melakukan-nya melaui “ Guru-Sejati “ . Itu saja.

Guru selalu bebas secara alami. Dia seperti se-seorang diantara kita-kita ini. Tidak pernah memiliki beban bawaan atas kesucian tersebut di-bahu mereka atau harus menjaga kesucian atau Kebuddhaan ini, sehingga tingkat-nya tidak tergelincir jatuh ke-tingkat yang lebih rendah. Sewaktu Anda telah mencapai tingkat Kebuddhaan, sewaktu Tuhan senang dengan Anda, Tuhan tidak akan menarik kembali karunia tersebut.

Dan Anda akan terus memiliki karunia ini sepanjang hidup Anda bahkan tanpa Anda mengetahui-nya.Jika kita melakukan sesuatu yang baik untuk kemanusiaan, untuk apa kita harus mengetahui-nya?

Orang lain-lah yang menilai. Bukan kita sendiri. Kemanusian-lah yang merasakan manfaat-nya. Itulah hal yang paling utama. Karena kita ingin bermanfaat bagi orang lain, sehingga jika mereka mendapatkan manfaat-nya, tidak peduli dari mana atau bagaimana hal tersebut dilakukan dan siapa yang melakukan.

Tidak terdapat banyak guru di-bumi ini, tetapi beberapa guru yang telah saya temui, guru-guru sejati, mereka adalah seperti itu, sangat, sangat rendah hati dan bersahaja. Mereka sungguh tidak mengetahui keunggulan di-dalam diri mereka sendiri, mereka tidak mengetahui kesucian mereka. Kemungkinan mereka mengasihi orang lain, mereka memberkahi orang lain sesuai harapan mereka, tetapi mereka tidak merasa diri mereka sebagai pemberkah. Ya, mungkin mereka bertindak seperti seorang guru karena murid-murid-nya atau orang-lain mengharapkan-nya. Seperti wanita di-bis yang terus-terusan bertanya,

” Anda orang Amerika, iya kan? ”.

Kemudian terakhir Anda berkata,

” Iya, ya. Memang saya orang Amerika “ .

Kemudian wanita tsb berkata :

 “ Ah bukan…Anda bukan orang Amerika “..

Orang-orang “ lunatic dan memble ” yang model-nya seperti ini akan banyak anda temui dimana-saja dan mereka akan sangat senang berdebat dan terus menyangkal sepanjang waktu membuat begitu banyak masalah. Cuekin aja jangan d-iladenin, jangan di-masuk-in ke-dalam hati. Bisa repot-punya.

Jadi, seorang guru adalah seperti itu. Hanya bertindak secara berkesesuaian dan biasa-biasa saja, sehingga semua orang merasa senang dan bahagia dan hanya melakukan segala hal dengan sederhana. Kalau tidak, sang guru tidak pernah berpikir, tidak pernah merasakan bahwa ia adalah seorang guru.

Kenapa Kita Tidak Dapat Menyatu Dengan Guru

Itulah sebab-nya saya tidak memiliki masalah menyatu dengan kalian, tetapi kalian memiliki masalah menyatu dengan guru; karena kalian selalu membawa seorang guru di-kepala kalian dan saya tidak membawa seorang murid-pun di-pikiran saya. Saya melihat kalian sebagai seorang manusia. Itulah sebab-nya saya tidak menyukai apabila kalian terlalu rendah hati atau kalian bertingkah-berlebih-lebihan, hampir-hampir seperti menjilat tetapi bukan, belum menjilat, begitu mengasihi saya, begitu menghormati saya. Sehingga saya tidak merasa nyaman. Jadi ewuh-pekewuh, sungkan gitu.Jika saya mengenali seseorang dan berkata,

” Oh, Anda dapat menjadi teman saya, tidak ada masalah. Dan buat saya tidak ada masalah, tetapi buat dia hal ini  adalah suatu masalah; karena dia selalu berpikir bahwa saya adalah seorang guru “.

Saya berkata,

” Saya tidak pernah memikirkan Anda sebagai seorang murid. Jadi, tidak pernah ada suatu halangan dari awal, tidak ada jarak “.

Tetapi kalian selalu ada masalah sebagai teman-teman saya dan itulah sebab-nya saya tidak memiliki teman-teman karena kalian menempatkan saya terlalu tinggi dan memisahkan saya, meng-kotak-kotak-kan saya, me-menjara-kan saya. Sebenar-nya sih enggak enak lho jadi Guru-Sejati. Cuapek tapi harus mau.Itulah sebab-nya mengapa kita memiliki masalah komunikasi dengan diri kita masing-masing. Itulah sebab-nya kalian salah pengertian tentang apa yang saya beritahukan. Itulah sebab-nya kalian tidak melakukan hal-hal yang saya minta; karena kalian pikir bahwa apa-pun yang kalian lakukan untuk saya pasti sangat istimewa, sungguh istimewa. Apa-pun ada-nya, hasil-nya mengerikan, karena kalian melakukan-nya dengan EGO, dengan cara yang kalian pikir-kan, bukan dengan cara yang seharus-nya dilakukan.

Itulah sebab-nya apapun yang dilakukan untuk saya sering berantakan. Selalu bukan dengan cara yang saya inginkan – sederhana, logis dan dapat di-pahami pada umum-nya. Mereka harus mem-buat suatu ke-sepakat-an yang besar mengenai segala hal dan pada akhir-nya saya yang menderita. (Guru tertawa.)

Tiada Seorang-pun Yang Mengetahui Bagaimana Seorang Guru Menderita

Menjadi seorang guru adalah suatu pekerjaaan yang sulit dan suatu posisi yang menderita; karena orang-orang menyerah-kan semua masalah-nya ke-pundak Anda tentang apa-saja dan bagaimana seorang guru itu seharus-nya, bagaimana seorang guru itu harus hidup. Dengan demikian, sang guru menjadi seperti seorang yang terpenjara dalam hati-mu; dan ketika begitu banyak hati di-kumpul-kan bersama, maka habis-lah sang guru. Kriminal yang paling jahat sekali-pun hanya memiliki satu sel penjara saja, tetapi sang guru memiliki ribuan, ratusan ribu, jutaan sel untuk tinggal di-dalam-nya.

Mengertikah kalian?

Karena pikiran kita sangat sempit dan terbatas, kasih di-dalam hati kita adalah bikinan manusia. Jadi, sang guru harus tinggal disana dan bekerja sesuai dengan cara yang mereka pikir-kan. Kalau tidak, kita memberikan sang guru neraka. Seperti kalian tidak mengharap-kan guru melakukan ini, kalian tidak mengharap-kan guru memakai itu, kalian tidak mengharapkan guru berbicara seperti ini dan blah, blah, blah, blah. Kalian memberikan penolakan ini dan atmosfir penyangkalan kepada guru setiap waktu di-dalam hati kalian. Itu-lah bagaimana kalian membuat seorang guru menjadi terpenjara di-dalam bingkai kalian, di-dalam dinding sempit dari pikiran kalian; dan itulah bagaimana seorang guru harus menderita. Seperti seekor burung, kalian me-nempat-kan-nya di-suatu sangkar. Tidak masalah apakah itu sangkar besi atau sangkar emas. Sangkar tetap-lah suatu sangkar. Sang guru tidak dapat bebas karena kasih guru terhadap kemanusiaan; ia tidak akan bebas sampai semua orang bebas. Bebas-nya belakangan.Tetapi itu bukan-lah masalah, hanya untuk membiarkan kalian mengetahui apa sebenar-nya karena kalian selalu menanyakan saya,

Apa itu sebenar-nya seorang guru dan apa yang dirasakan oleh seorang guru atau bagaimana ada-nya, dari apa seorang guru itu dibuat ?”.

Sang guru terbuat dari kesederhanaan, seperti setiap orang kebanyakan, seperti kalian-kalian juga. Hanya karena kita memperumit kehidupan kita, sehingga kita tidak dapat menyatu dengan alam semesta sehingga Tuhan tidak dapat menghubungi kita. Kita membangun dinding prasangka, harapan-harapan keagamaan, pola tingkah laku sosial, atau apa-pun nama-nya untuk memisahkan diri kita dari jalan hakekat kehidupan. Itulah sebab-nya kita tidak dapat menjadi seorang guru; awal mula-nya semua orang bisa jadi guru. Tetapi harus sekolah di-IKIP dulu, harus di-tes, lulus apa enggak ?.

Guru-Sejati juga sama, cuman lebih berat, barangkali.lho. Sorry never been to IKIP before !.

Jadi, sejauh kita masih menguasai diri kita sendiri dengan cara seperti apa yang di-pikir-kan orang lain, atau seharus-nya seperti apa sih seorang guru itu ?.

Kita tidak pernah akan menjadi seorang guru. Lepaskan-lah segala gagasan, jadi-lah seorang ANAK KECIL, dan kalian-pun akan mengetahui seperti apa seorang guru itu. Tetapi masih lebih baik bahwa kalian tidak mengenal orang lain, kalian tidak keluar mengajar, kalian tidak ber-ceramah dan segala hal lain-nya; karena kalau tidak selesai-lah kalian. Orang-orang masih mengelilingi-mu dengan berbagai masalah, berbagai dinding dan bingkai. Sehingga, sangat-lah sulit untuk bergerak dalam hidup-mu. Kalian masih dapat mencoba-nya, tetapi sangat-lah sulit dan banyak sekali penderitaan secara mental di-dalam, bukan di-luar, kalian tidak melihat di-luar. Jika seseorang memotong lengan-mu  atau-pun mencederai kaki-mu, orang-orang melihat-nya dan bersimpati dengan-mu; tetapi jika di-ciderai di-dalam, sangat-lah sulit, tiada seorang-pun mengetahui dan melihat-nya. Hati orang siapa tau ?

” Pada waktu Anda bekerja Anda sedang membantu diri sendiri, bukan hanya masyarakat. Apabila Anda bekerja bukan demi penghargaan, melainkan hanya berdasarkan cinta-kasih, maka segala-nya akan berjalan dengan lancar sekali ”.

” Kita tidak perlu khawatir apakah pekerjaan ini akan bermanfaat bagi kita atau-pun untuk orang lain. Kita hanya bekerja karena ada yang perlu dikerjakan pada saat itu. Dengan cara ini, kita akan merasakan bahwa kehidupan rohani kita meningkat hari demi hari “.

“ Kita akan memiliki daya tahan yang lebih besar; semakin banyak kita bekerja, dan semakin besar kita mem-persembah-kan maka semakin cepat kita akan maju. Kita TIDAK PERLU SANJUNGAN dari siapa-pun.

Suatu saat nanti, kita akan mengetahui-nya sendiri .

Modified from : Ceramah oleh Guru Sejati Ching Hai pada acara Retret 7 Hari di Kamboja15 Mei 1996 asli-nya dalam bhs Inggris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s