” Kawin Wisata “

” Daripada saya melacur di-jalanan atau istilahnya menjadi WC umum, mendingan saya ikutan kawin kontrak dong !. Enak, dapat duit dan enggak perlu go public ….” Kata si-Teteh cantik yg gak mau disebut namanya, sembari nyengir kuda hik-hik-hik.

Apa itu kawin wisata atau kawin kontrak ?

Mut’ah atau Zuwaaj Muaggot atau Zawaj siyahi saree, atau kawin wisata atau yang lebih populer disebut kawin kontrak adalah kawin yang dibuat atas dasar kontrak atau perjanjian, yang jangka waktunya terserah perjanjian yang disetujui oleh kedua belah pihak. Boleh satu tahun, boleh satu bulan, boleh satu hari, boleh satu jam dan boleh sekali main :-)

Sedang jumlah wanita yang di-Mut’ah terserah kepada si laki-laki, boleh berapa saja, terserah kekuatan dan minat si laki-laki.

Mereka tidak saling mewarisi bila salah satu pelakunya mati, meskipun masih dalam batas waktu yang disepakati. Juga tidak wajib memberi nafkah dan tidak wajib memberi tempat tinggal. Asyiik ?…

Mut’ah dilakukan tanpa wali dan tanpa saksi, begitu pula tanpa talaq dan habis begitu saja pada akhir waktu yang disepakati.

Pelakunya boleh perjaka atau duda, bahkan yang sudah punya istri. Sedang si-wanita boleh masih perawan atau sudah janda, bahkan menurut fatwa khumaini seseorang boleh melakukan Mut’ah sekalipun dengan WTS.

Adapun tempatnya boleh dimana saja, baik didalam rumah sendiri maupun diluar rumah. Gila ini pasti ngawur punya deh. Gue gak percaya :-)

Dalam buku fiqh, istilah kawin wisata atau kawin kontrak tidak dikenal.

Barangkali hanya para hidung belang saja yang menghalalkan kawin kontrak sebagai usaha untuk menghindari perzinaan. Dasar le-Laki memang brengSEX mau enaknya saja. Yang haram jadi halal.

Padahal prinsip pernikahan adalah hubungan yang langgeng antara suami-istri, keturunan, cinta kasih, dan tanggung jawab bersama dalam mendidik anak.

Pernikahan bukanlah semata-mata menikmati hubungan seksual, sehingga seolah-olah menjadikan perempuan sebagai ” BARANG ”. Barang bergerak, barang dagangan, barang antik.

Banyak mudarat dari kawin kontrak seperti melahirkan tanpa pernikahan sah, penyebaran kerusakan [zina] dan menyebarnya banyak penyakit.

Seharusnya semua pihak yangg berwenang ikut membantu menanggulangi kawin kontrak dan menyerukan agar para ulama mengeluarkan fatwa yang melarang kawin kontrak tersebut.

Pernikahan yang sah memerlukan syarat-syarat tertentu diantaranya ijab kabul, pernyataan dari dari kedua pihak atau calon suami istri, dihadapan wali dari calon istri.

Kawin kontrak dalam hukum Islam dilakukakn karena diindikasikan sebagai pelacuran atau perdagangan manusia terselubung yang mencari pembenaran. Istilah kawin kontrak digunakan agar tidak dianggap asusila.

Seyogyanya pemerintah bertanggung jawab untuk melindungi masyarakat dan menangkal merebaknya praktik perdagangan manusia di-Indonesia yg salah satunya melalui UU trafficking.

Pendapat syariat soal kawin kontrak.

Kawin jenis ini tidak boleh, bahkan haram hukumnya karena tidak sejalan dengan tujuan dan prinsip pernikahan. Tapi akh…..itu kan cuma teori, tetapi prakteknya..

Hhhmmm DOSA ? EGP ? Ente majenun gini hari mikirin dosa ?.

Bisnis kawin kontrak di-Indonesia pernah dilansir oleh surat kabar di-Arab Saudi, Gulf News, 16 Juni 2006 lalu. Dalam surat kabar itu disebutkan, sejumlah warga muda Arab menikmati liburan musim panas kesejumlah negara termasuk Indonesia.

Antara lain ditulis bahwa saat di-Indonesia, pria-pria itu mendapat kabar dari mulut kemulut tentang adanya kawin kontrak dengan gadis muda dan cantik dibawah usia 18 tahun.

Dikisahkan, salah seorang WN Arab yang datang kerestoran Arab di-Jakarta, tadinya tidak tertarik dengan tawaran itu. Namun karena berkali-kali ditawari, ia pun akhirnya mencobanya. He-he-he Iman sih kuat cuman si-Amin gak kuat :-)

Oleh seseorang yang mengenalkan diri bernama Hai-ha-ha, WN Arab yang tak mau disebutkan namanya itu disodori lima wanita muda yang bisa dipilih. Setelah setuju, pria Arab itu diminta utk membayar uang — semacam mas kawin — sebesar Rp 4 juta .

Namun setelah dibayar, wanita yang dipilihnya minta izin pergi membeli obat. Ternyata cewek itu raib, tak kembali lagi.

Jadi, bisnis ini pun tak luput dari aksi tipu-menipu. Namanya juga bizniz haram ya begitulah.

Gulf News juga mewawancarai pria asing korban kawin kontrak lainnya. Diantaranya ada yang memperoleh wanita yang sudah bersuami. Namun buntutnya, ia pun dibohongi belaka oleh kelompok penipu yang mengatasnamakan kawin kontrak.

Kok ya gak ditangkap polisi sih para pelaku kawin kontrak ?

Oh sudah verkali-kali veverafa felakunya ditangkaf folisi, namun vanyak felaku lain-nya yg tidak juga kafok2, maklum ….enak sih, ada fulus, ada duit-nya. He-he-he ente velum tau sih.

Dari sekian banyak perempuan yang diamankan petugas dalam operasi kawin kontrak di-kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, ada dua perempuan yang mengaku masih kuliah di-perguruan tinggi swasta (PTS) di-Jakarta. Mereka melakukan hal itu untuk biaya kuliahnya. Kasian deh lu. Mata duitan sih.

Nah untuk selanjutnya beginilah kisahnya….

Desa Sampay di-Tugu Selatan arah ke-Puncak Pass Jawa Barat, adalah desa yang namanya sangat populer di-Jazirah Arab, sedangkan disini terkenal dengan sebutan Warung Kaleng.

Warung Kaleng punya cerita tersendiri. Dahulu kala beberapa warung disana dimiliki oleh orang2 Cina Islam, yaitu Abdul Fadli, Abdul Salim dan Nur Salim. Mereka adalah para pedagang kelontong yang warung2-nya berada di-ujung jalan masuk ke-desa tsb.

Dinamakan warung kaleng karena mereka membuat atap warungnya dari kaleng, blek bekas minyak goreng dari segala merek.

Konon khabarnya sejak zaman revolusi dulu, warung mereka sudah terkenal dengan sebutan Warung Kaleng hingga sekarang.

Kini banyak turis gatel plus jomblo, dari Arab Saudi atau negara Timur Tengah lainnya yang datang kesana.

Mereka, ” tentu saja ” senang sekali datang kedesa tersebut karena selain pemandangan-nya indah, udaranya sejuk dan bersih.

Tapi yang terpenting buat si-hidung belang majenun itu adalah kawin kontrak dengan ” Peuyeumpuan ”, janda muda ataupun perawan ting-ting, yang tidak bisa dg mudah dijumpai dinegaranya.

Proses kawin-kontrak disitu relatif cepat, mudah dan sangat murah. Tak heran, bisnis penginapanpun tumbuh dan berkembang pesat sejalan dengan pertumbuhan kawin kontrak yang makin semarak.

Seringnya turis Arab datang ke-desa sampay membuat adanya istilah Musim Arab yaitu musim yang terjadi antara bulan Juni hingga Agustus. Pada bulan-bulan tersebut, para pekerja di-Arab Saudi libur, sehingga banyak yang berdarma wisata, melancong ke-Indonesia sambil melakukan kawin kontrak untuk melepas hajat besar bangetnya di-Warung Kaleng.

Ada dua desa yang menjadi primadona yaitu Tugu Utara dan Tugu Selatan. Karena itu tak mengherankan jika di-jalanan di-dua desa tsb suasana Arab-nya sangat terasa kental disana, tulisan dalam huruf Arab bertebaran disana-sini. Warga di-dua desa tersebut, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa sangat fasih berbahasa Arab. Mungkin dua desa itu bisa disebut sebagai Little Town of Arabia.

Sangat ironis sekali apabila pada saat ini Thailand malu dan tidak lagi mengekspos keberadaan kompleks esex-esex PATPONG di-Bangkok. Sebaliknya, Indonesia yang punya segudang
pemandangan indah justru mengeksploitasi keberadaan para peyeumpuan janda muda maupun perawan tingting di-kawasan Puncak, Jawa-Barat sebagai bagian dari wisata esex-esex dengan dalih kawin kontrak.

Saat Malaysia dan Singapura kebanjiran wisatawan keluarga atrau wisatawan baik2 dari Timur Tengah yang membelanjakan dollarnya disana, seharusnya Indonesia juga bisa memanfaatkan hal yang sama.

Namun, faktanya berbeda. Boro-boro kebanjiran wisatawan baik-baik, yang muncul malahan turis2 jomblo gatel dari Arab yang datang berkelompok hanya untuk membuat kontrak bisnis haram yaitu kawin kontrak.

Loh kok bisa sih ?

Bisa dong, disini…kan semua bisa diatur, asal ada duitnya. Money talks bullshit walks. No money no honey, no peyeumpuan.

Dosa-kah hamba ?. Hhhmmm Itulah masalahnya, mereka lupa tuh !, padahal katanya loh…masyarakat Indonesia dan Arab kan masyarakat yang religius. Aneh tapi nyata ya. Bertekuk lutut dipangkuan perempuan brengsex. Le-laki brenSEX ketemu peyeumpuan brengSEX. Melakukan hubungan SEX…. :-)

Berdasarkan penelusuran beberapa Koran dan majalah, di-jalur Puncak, Jawa Barat, deretan wartel, money changer, mini-market, restoran yang menggunakan reklame berbahasa Arab terlihat ber-deret2 sepanjang simpang Taman Safari Indonesia.

” Kam tsaman,” ujar seorang pria Arab berkulit gelap dan berbadan tinggi besar kepada kasir seorang Sunda yang menjawab dalam bahasa Arab. Percakapan antara kasir dan pelanggan pun berlangsung dalam bahasa Arab.

Seorang gadis muda berpenampilan seronok dan serba menonjol disana-sini, bercelana pendek, berkaus ketat seksi memanggil pria tersebut “Bashir” seraya menunjuk penganan kecil di-rak minimarket. Tak lama kemudian mereka membayar barang yang dibeli dan pergi berduaan, sambil bergandengan tangan, mesra, cekikan….ganjen.

Minyak zaitun, madu Arab, obat kuat, susu kaleng, la’ban atau yoghurt Arab, hingga roti canai disediakan untuk perkampungan Arab di-Puncak.

” Pesanan katering Timur Tengah juga kami layani. Masakan Arabia biasa kami buat,” kata Ade.

Sekaleng minyak zaitun dijual Rp 20.000, sekaleng madu Arab buatan Riyadh dijual Rp 25.000, dan sebotol susu asam dijual Rp 12.000. Bisnis itu laris manis hingga toko buka malam hari.

Minimarket dan bisnis khusus untuk melayani warga Timur Tengah merupakan imbas praktek ” kawin kontrak”.

” Waktu diskotek masih buka didaerah ini, suasana orang Arab hilir mudik lebih ramai lagi Bang,” kata Ope, warga Cisarua.
“Kawin kontrak”

Kawin kontrak antara perempuan Indonesia dengan pria Timur Tengah di-kawasan Puncak, ternyata tidak lebih dari sekadar akal-akalan saja.

” Ada hitungan sendiri Bang. Nego langsung dengan anak perempuan yang mau dikawin atau sama ibu asuh. Kami mengantar saja,” kata Maman, seorang calo sembari senyum2, malu2 padahal sih gak tau malu. Hanya duit dan duit saja yg ada didalam batok kepalanya yg dibungkus peci hitam lusuh.

Suzi, seorang janda muda asal Sukabumi yang beberapa kali “dikontrak”, menyatakan siap kawin kontrak kalau harga cocok.

” Saya pernah nemenin orang Arab selama dua minggu. Lumayan, sehari dikasih Rp 500.000 yg dibagi untuk mami dan abang yg ngurus. Tinggal itung aja biaya nikah dan berapa kali sebulan mau datang kesini. Paling minim Rp 10 juta sebulan saya mau. Itu pun paling2 saya terima separuhnya saja karena harus dibagi dg mami dan para abang,” ujar Suzi.

Kalau mau lebih ekonomis, Suzi menawarkan seorang rekan yg freelance, tidak perlu memakai arranger, tdk perlu memakai jasa mami dan pengurus lain.

Untuk direct investment atau jalur langsung ini cukup menafkahi Rp 5 juta-Rp 6 juta per bulan saja. Surat-surat pun bisa disiapkan, seperti akta nikah. Penghulu dan saksi disiapkan “mami” sebagai penyelenggara.

Seorang rekan Suzi yang bernama Yuli juga menyatakan siap kawin kontrak asal harga cocok. Semua diterima satu paket termasuk untuk menikahkan dibawah tangan.

Sekitar 5 kilometer dari tempat Suzi ke-arah Cipanas, sekelompok tukang ojek juga menawarkan jasa mempertemukan dua tokoh pengatur kawin kontrak.

“Bisa diatur Bang. Pokoknya, sah seperti orang menikah resmi. Yang bersangkutan mengatur semua proses nikah dari saksi dan penghulu satu paket. Tinggal berunding dulu biar sama-sama enak,” kata Amin, seorang pengojek.

Ope mengaku, sejumlah tetangganya juga terlibat dalam praktik kawin kontrak. Tetapi dia sungkan bertanya-tanya karena itu dianggap urusan pribadi. Dosa pribadi ditanggung oleh si-pelaku sendiri.

Walaupun semua ini berawal dari praktek kawin kontrak yang sebetulnya sangat merugikan dan menjatuhkan martabat perempuan, tetapi ada juga beberapa kisah yang berakhir happy ending, yakni si-perempuan diboyong ke-Arab Saudi lalu dinikahi secara resmi. Nah gitu dong !.

Dari sisi Undang-Undang Perkawinan dan Undang-Undang Kewarganegaraan, praktek ini merupakan pelanggaran hukum. Sesuai dengan peraturan, perkawinan ditujukan untuk membentuk keluarga yang kekal.

Adapun dari sisi kewarganegaraan, anak yang dilahirkan dari orangtua yang “kawin kontrak” bisa terancam stateless atau kehilangan kewarganegaraan.

Lebih sengsara lagi karena mereka tidak dapat menuntut si-ayah yang kembali ke-negeri asal untuk menafkahi mereka. Tanpa jaminan masa depan, mereka bisa kembali terjerat dalam lingkaran setan yang membelenggu ibu mereka, yakni kemiskinan dan praktek kawin kontrak. Kasian deh………

Kondisi seperti ini menjadikan nama Puncak, Jawa Barat, seperti citra Batam dimata warga Singapura, yakni prostitusi. Orang Singapura selalu memandang miring setiap pria negerinya yang seorang diri atau berombongan sesama pria bepergian ke-Batam, pasalnya mereka dianggap sebagai hidung belang yg sekadar melepas nafsu birahi di-Batam.

Perlu diketahui bahwa tidak semua transaksi nikah kontrak berjalan mulus. Perkawinan Yusup Ibrahim, 22 tahun, dengan Desy Febrianty, 15 tahun, di-Cisaat, Sukabumi, misalnya, berujung di-kantor polisi setempat.

” Saya kecewa karena dia tidak seperti yang dijanjikan,” kata Yusup ketika menyampaikan pengaduan, pertengahan Desember silam.

Pria pengusaha asal Riyadh, Arab Saudi, itu datang ke-Indonesia sebagai turis. Selama di-Sukabumi, dia menyewa Vila di-kawasan wisata. Beberapa hari di-Sukabumi, Yusup berhasrat menyalurkan libidonya. Karena tak mau berzina, dia minta bantuan kenalannya, Ustad Hasan Ali, mencarikan calon istri.

Kebetulan Hasan Ali saat itu memang punya “stok” yang berasal dari teman-nya, Siti. Adalah Desy Febrianty, yang sehari-hari tinggal di-rumah Siti, yang ditawari menjadi calon istri Yusup. Gadis 15 tahun ini tinggal di-rumah Siti sejak lulus SMP, pertengahan tahun lalu. Ketika dipertemukan dengan Yusup, Desy sempat bimbang.

“Saya ragu, mau tidak. Nggak juga tidak,” kata Desy.

Melihat gelagat ini, Hasan Ali berusaha meyakinkan Desy.

“Udah, jadikan saja. Dia setuju membayar Rp 8 juta,” tutur Hasan.

Setelah berpikir beberapa saat, Desy akhirnya setuju.

” Saya pikir, dengan uang sebanyak itu saya bisa membantu keluarga saya,” ujar Desy.

Lagi pula, pernikahan itu tidak akan berlangsung lama karena izin tinggal Yusup di-Indonesia toh segera berakhir.

Selain itu, beberapa hari sebelumnya, Desy juga hampir melangsungkan pernikahan dengan pria Arab yang dikenalnya di-rumah Siti.

Lagi-lagi Siti yang mengenalkannya dengan pria Arab bernama Abdullah itu.

” Kamu bisa dapat uang banyak, padahal kamu jadi suaminya nggak lama-lama,”

bujuk Siti. Desy mengaku baru setuju menikah dengan pria Arab itu bila sudah mendapat izin dari orangtuanya.

Kendati sudah menyatakan setuju, toh Abdullah tidak pernah datang ke-rumah Desy di-Kampung Sukasar, Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Alhasil, rencana perkawinan itu pun buyar. Maka, saat Siti datang kembali ke-rumahnya mengabarkan ada pria Arab berniat menikahi Desy, Ubad, sang ayah, sempat ragu-ragu.

“Nggak apa-apa, anaknya juga sudah mau. Sekarang kita tinggal berangkat kesana. Semuanya sudah dipersiapkan,”

Siti merayu. Menjelang magrib, Siti, Ubad, dan Empur (ibunda Desy) berangkat ke-Vila Anggun.

Sesampai disana, kedua orangtua Desy kembali kaget. Pasalnya, wali nikahnya sudah ada.

” Datang kesana saya cuma disuruh menandatangani surat nikah,”

kata Ubad. Akad nikahnya sudah berlangsung pukul empat sore. Selepas isya, kedua orangtua Desy kembali ke-rumah. Di-vila itu hanya tinggal Desy dan Yusup.

Tanda-tanda keretakan perkawinan ini langsung terlihat beberapa saat setelah pasangan itu masuk ke-peraduan. Usai melaksanakan hajatnya, Yusup pasang muka masam. Cemberut, mrengut spt orang kebelet kentut.

” Saya jadi takut. Dia kan badannya besar dan pasti anunya juga………..,” tutur Desy.

Pagi harinya, Desy langsung kabur. Dia sempat bersembunyi
di-rumah temannya sebelum kembali ke-rumah orangtuanya, selang sehari kemudian. Beberapa saat di-rumah, datang polisi menjemputnya.

Rupanya, Yusup mengadukan istrinya itu ke-polisi lantaran sudah tidak perawan lagi ketika melayaninya pertama kali.

” Padahal, saya membayar sebanyak itu karena dibilang dia masih perawan,” kata Yusup.

Karena merasa tertipu, Yusuf meminta uangnya dikembalikan. Pria bertubuh gemuk dengan wajah berewokan ini menuduh Desy bersama kedua orangtuanya dan penghulu Ustad Hasan Ali memang berencana menipunya. Gila !. Gak tau malu. Dasar majenun !.

Pengaduan serupa diterima Polda Metro Jaya, Maret lalu. Seorang pria Arab juga mengadukan pasangannya karena sudah tidak ting-ting lagi saat malam pertama.

Abdullah, sebut saja begitu, mengaku membayar Rp 2 juta untuk kawin kontrak selama seminggu dengan seorang gadis asal Sukabumi.

Ia mengaku dikibuli perantaranya yang berjanji memberikan gadis perawan.

Ulah calo kadang-kadang memang membuat kawin kontrak jadi bermasalah. Mereka tidak segan menyewa orang untuk berperan sebagai orangtua gadis yang ditawarkan. Karena tidak mengerti bahasa hukum, antara pengantin pria dan wanita tidak saling mengetahui kesepakatan yang dibuat calo.

Tak hanya penduduk lokal. Pelaku yang sudah menjalani kawin kontrak pun kadang-kadang bertindak sebagai calo. Dasar pelit gak mau rugi. Dasar gelo !.

” Saya pernah ditawarkan kepada temannya setelah kontrak perkawinan kami berakhir,”

ujar Sari, asal Cicurug, Sukabumi. Bukan itu saja, tambah Sari, ketika menjalani perkawinan itu, dia menempati sebuah vila sekaligus bersama beberapa pelaku kawin kontrak lainnya. Dia meng-aku kapok.

Kenapa ?

Hhhmmm………..ente mau tau aja. Ini kan rahasia negara !.

Sumber : internet, beberapa majalah dan koran.

6 responses to “” Kawin Wisata “

  1. thanks ya
    aku mampirs baca
    lagi nulis kawi kontrak juga
    kunjungi aku ya

  2. Ha-ha-ha sampeyan pingin nyobain kawin kontrak ya ?.

    Jangan deh….kasian istri kalo sampeyan dah kawin. Kalo sampeyan blom kawin kasian adek-mu.

    Ngerti maksudnya kan ?.

    Kawin betulan aja, setia sehidup semati, sampe kakek nenek. Satu aja udah cukup deh.

    Salam.

  3. Aya-aya wae dunia memang sudah tua, sudahlah tobat untuk kehidupan abadi nantinya.

  4. itu biasa terjadi dengan orang arab, karena gambaran janna “surga” yaitu terdapat buah-buahan, air sungai yang mengalir dengan jernih dan Para Bidadari. jadi wajar aja dia ke Indonesia “PUNCAK” karna di arab ga ada yang kaya begituan. anD Bidadarinya itu Wanita yang bisa di ajak Kawin Kontrak.

  5. Assalamu’alaikum ww.
    Coba kita mulai pelajari dan memahami isi kitab suci Al-Qur’an, sebelum menghakimi seseorang. Masih banyak yang harus kita gali & wajib kita imani di dalam Al-Qur’an, yang di dalamnya terdapat pedoman & petunjuk bagi umat manusia. Al-Qur’an adalah firman ALLAH SWT yang dijamin & terpelihara kemurniannya sepanjang masa. Marilah kita utamakan Al-Qur’an dari kitab2 yang lain. Janganlah menjadikan kebalikannya.
    Adapun perihal perkawinan sudah diatur jelas di dalam Al-qur’an. Perihal perkawinanpun adalah meliputi : nikah (rukun & syarat2nya), hubungan suami istri (hak dan kewajiban berkeluarga & keturunannya), hubungan dengan sesamanya.
    Pernikahan itupun ada beberapa jenis al : Nikah syar’i (pada umumnya), Nikah Sirri , & Nikah Mut’ah. Semuanya ada & tertulis di Al-Qur’an. Rasulpun sangat patuh pada Al-Qur’an karena ini memang KALMULLAH.
    Maka itu pun harus kita cermati, jangan sampai ada kitab2 atau aturan2 lain yang sangat mustahil bisa mervisi AL-Qur’an, naudzuBILLAH.
    Ma’af2 saya tidak bermaksud menggurui, cuman selagi kita mumpung masih disempatkan untuk membacanya.
    jazakumULLAH, wassalamu’alaikum ww.

  6. saya masih gadis perawan umur 28 bersedia kawin kontrak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s